Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Composition Process of FLS3N Dance Music 'Ratapan Bumi' Through the Digital Audio Workstation Studio One 6 Approach: A Study of Creation Methodology Martiano, Vereki; Zaidi, Ahmad; Pardi, Ari; Surayya, Yade; Alhamda Putra, Vindo
Scoring: Journal of Film Music Vol 3, No 2 (2025): Scoring
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/scoring.v3i2.6155

Abstract

This study aims to holistically analyze and describe the creation methodology utilized by composer Vic Art. in producing the accompanying music for the FLS3N (National Student Art and Literature Competition Festival) dance, Ratapan Bumi (The Earth's Lament). This dance work possesses high narrative complexity, addressing the environmental crisis issue in Riau and integrating the Riau Malay philosophy ("The Malay will not disappear from the Earth"), while simultaneously demanding strict synchronization accuracy with the vigorous Malay Silat movements. The primary focus of the research is the optimization of the Digital Audio Workstation (DAW) Studio One 6 as an integral methodological device within the entire composition process. Employing a qualitative approach with a case study method, data were collected through in-depth interviews with the Composer, observation of the DAW project workflow, and analysis of choreography documents. The results identify three methodological pillars: (1) Conversion of Narrative into the Arrangement Structure in Studio One 6, (2) Sound Design Hybridity using VSTs to blend traditional Malay timbre with the electronic spectrum, and (3) Automation Optimization to achieve dynamic expression synchronized with the movement energy. This research confirms that DAW Studio One 6 functions not only as a production tool, but rather as an essential methodological environment in translating socio-cultural issues into a state-of-the-art sonic medium.
Penguatan Nilai Kreativitas Seni Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaboratif Siswa Purwanti, Kartika Yuni; Hawa, Anni Malihatul; Pardi, Ari; Amalina, Gita Febby; Sari, Irma Meilia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/y07bqx71

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan nilai kreativitas seni berbasis kearifan lokal dalam rangka meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa Madrasah Aliyah (MA) Al Bidayah Candi Bandungan, Kabupaten Semarang. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pentingnya pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya kolaborasi, serta perlunya pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran seni yang kontekstual. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan modul pembelajaran seni berbasis kearifan lokal, rendahnya keterampilan kolaboratif siswa, serta belum optimalnya apresiasi terhadap budaya lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan kreativitas seni, pendampingan penciptaan karya seni berbasis kearifan lokal, serta monitoring dan evaluasi. Subjek kegiatan adalah 130 siswa kelas XII MA Al Bidayah. Instrumen evaluasi berupa angket dan rubrik penilaian ketercapaian indikator yang meliputi pemahaman unsur seni dan budaya lokal, keterampilan kolaborasi, serta apresiasi dan pelestarian kearifan lokal. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator dengan rata-rata capaian sebesar 93,67%, yang berada pada kategori sangat baik. Secara rinci, pemahaman siswa terhadap unsur seni dan budaya lokal meningkat menjadi 95%, keterampilan kolaborasi siswa mencapai 90%, dan apresiasi serta pelestarian kearifan lokal meningkat menjadi 96%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penguatan kreativitas seni berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa serta menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kegiatan ini direkomendasikan sebagai model pengabdian berkelanjutan yang mendukung pembelajaran seni, penguatan karakter, dan pengembangan keterampilan abad ke-21.