Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi teknologi lampu bertenaga laut ramah lingkungan untuk pemberdayaan berkelanjutan mitra nelayan Tanjung Ria Fitriya B., Winda Ade; Unbekna, Sara; Bungasalu, Benny Ambraham; Tampobulon, Aloysius Alexandro; Ansanay, Krista Maya; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35408

Abstract

Abstrak Kelompok nelayan di Kelurahan Tanjung Ria, Jayapura, menghadapi tantangan utama berupa tingginya biaya operasional, keterbatasan akses pasar, serta rendahnya pemanfaatan teknologi modern. Penggunaan lampu konvensional berbahan bakar minyak tidak hanya meningkatkan biaya hingga membebani ekonomi keluarga, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan dan tidak ramah lingkungan. Program pengabdian ini menawarkan solusi berupa implementasi teknologi lampu bertenaga air laut berbasis sel elektrokimia dengan elektroda seng (Zn) dan tembaga (Cu), yang mampu menghasilkan tegangan stabil 5V untuk penerangan LED. Teknologi ini ramah lingkungan, hemat energi, mudah dioperasikan, dan dapat mengurangi biaya operasional hingga 40%. Selain itu, program meliputi pelatihan penggunaan lampu, optimalisasi operasi penangkapan melalui monitoring elektronik dan alat tangkap selektif, serta penguatan manajemen usaha dengan sistem pencatatan digital dan strategi pemasaran. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi partisipatif dengan melibatkan mitra secara aktif. Target capaian meliputi pemasangan 20 unit lampu, peningkatan hasil tangkapan 30%, efisiensi biaya operasional 40%, serta peningkatan literasi keuangan dan akses pasar nelayan. Implementasi program ini diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial nelayan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung praktik perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir. Kata kunci: nelayan tradisional; lampu bertenaga air laut; efisiensi energi; manajemen usaha; pemasaran digital. Abstract The fishing community in Tanjung Ria, Jayapura, faces major challenges including high operational costs, limited market access, and low adoption of modern technology. The use of conventional fuel-based lamps not only increases expenses and burdens household economies but also poses safety risks and is environmentally unfriendly. This community service program introduces an innovative solution through the implementation of seawater-powered lamps based on electrochemical cells with zinc (Zn) and copper (Cu) electrodes, capable of generating a stable 5V output for LED lighting. This technology is environmentally friendly, energy efficient, easy to operate, and can reduce operational costs by up to 40%. The program also includes training on lamp operation, optimization of fishing activities through electronic monitoring and selective fishing gear, as well as strengthening business management with digital bookkeeping and marketing strategies. The implementation method covers socialization, training, mentoring, and participatory evaluation involving active engagement of the fisher group. Target achievements include the installation of 20 lamp units, a 30% increase in fish catch, 40% reduction in operational costs, and improved financial literacy and market access. The program is expected to strengthen the fishermen’s economic and social resilience, improve productivity, and promote sustainable fisheries practices in coastal areas. Keywords: small-scale fishermen; seawater-powered lamp; energy efficiency; business management; digital marketing.
Pemberdayaan pengrajin gerabah abar sentani melalui inovasi teknologi dan analisis pasar Kuddi, Bobbi Frans; Appa, Felycitae Ekalaya; Fitriya B., Winda Ade; Pramarselin, Irene; Putera, Safii Muhammad Jukwati; Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi; Gea, Liyatin; Papriani, Nada Pertiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35453

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin gerabah tradisional di Desa Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, melalui inovasi desain, digitalisasi produk, dan pelatihan kewirausahaan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan desain produk yang kurang inovatif, rendahnya akses terhadap pemasaran digital, serta lemahnya kemampuan manajemen usaha. Metode pelaksanaan melibatkan pelatihan desain dan inovasi bentuk gerabah, pendampingan pembuatan akun pemasaran digital, serta pelatihan kewirausahaan berbasis kebutuhan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produktivitas pengrajin sebesar 30%, penurunan waktu produksi sebesar 25%, peningkatan kualitas produk hingga 40%, peningkatan penjualan daring sebesar 50%, serta peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–40% per bulan. Selain itu, literasi digital pengrajin meningkat dan terbentuk kanal pemasaran daring yang aktif. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal serta pelestarian budaya daerah melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; gerabah tradisional; inovasi desain; digitalisasi produk; kewirausahaan. Abstract This community service program aims to empower traditional pottery artisans in Lalowaru Village, North Moramo District, South Konawe Regency, through design innovation, product digitalization, and entrepreneurship training. The main problems faced by the partners include limited product design innovation, low access to digital marketing, and weak business management skills. The implementation method involved training on creative pottery design, assistance in creating digital marketing platforms, and entrepreneurship workshops tailored to local needs. The results of the activities indicate a 30% increase in artisans’ productivity, a 25% reduction in production time, a 40% improvement in product quality, a 50% increase in online sales, and a 20–40% rise in artisans’ monthly income. In addition, artisans’ digital literacy improved, and active online marketing channels were established. This program contributes to the enhancement of the local economy as well as the preservation of regional culture through an innovative and sustainable approach. Keywords: community empowerment; traditional pottery; design innovation; product digitalization; entrepreneurship.