Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Manajemen Pemasaran Dan Desain Produksi UMKM Aneka Kriya Berbahan Songket Sebagai Oleh-Oleh Souvenir Khas Palembang Ummasyroh, Ummasyroh; Divianto, Divianto; Setiawan, Heri; Detmuliati, Alditia; Meidasari, Meidasari; Dewangi, Wahyuni Triarizki; Atika, Siti Adinda; Nabillah, Nyimas Alysha Nadine; Putri, Priyanka Sasadara Pracena
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.10392

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM Niketo (Etniknyo Wong Kito), pengrajin kriya songket khas Palembang, melalui penguatan manajemen pemasaran, inovasi desain kemasan, penerapan teknologi digital berupa e-katalog, serta pelatihan layanan prima. Fokus utama program adalah membantu UMKM menghadapi kendala dalam pemasaran, inovasi desain, dan perlindungan hak kekayaan intelektual agar mampu memperluas akses pasar serta meningkatkan omzet secara signifikan. Metodologi yang digunakan mencakup lima tahap, yaitu analisis situasi dan permasalahan mitra, penyusunan solusi dengan mind mapping, implementasi teknologi tepat guna berupa e-katalog berbasis website dan Android, pelatihan serta pendampingan manajemen pemasaran digital, desain kemasan kreatif, layanan prima, dan pendaftaran HKI, serta evaluasi keberlanjutan program melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran sebesar lebih dari 80%, transformasi kemasan dan desain produk hingga 85%, perluasan jangkauan pasar dengan penetrasi tiga kali lipat melalui platform digital, serta peningkatan omzet hingga 150%. Selain itu, UMKM mitra berhasil mendaftarkan perlindungan HKI untuk menjaga keunikan desain produknya. Kegiatan ini adalah integrasi inovasi kemasan, pemasaran digital, dan layanan prima dapat secara efektif mentransformasi UMKM berbasis budaya lokal menjadi brand modern yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Keterbatasan program ini terletak pada jangkauan yang masih terbatas pada satu mitra binaan, kendala infrastruktur teknologi di awal implementasi, serta monitoring jangka panjang yang belum sepenuhnya dapat dilakukan. Kontribusi kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan omzet mitra, tetapi juga memberikan model pemberdayaan UMKM berbasis budaya lokal dengan pendekatan digital entrepreneurship, mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi, serta memperkuat literasi HKI di kalangan UMKM kriya.
Community-Based English Training for Enhancing the Professional Competence of Religious Pilgrimage Tour Guides in Palembang Putri, Rahmadila Eka; Ardiansyah, Welly; Nathasya, Nurvia; Fifiyanti, Debby; Binti Mohd Noor, Faridatuljana; Putri, Priyanka Sasadara Pracena; Hilwatullisah, Marsya; Al Aufa, Muhammad Rifqi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v10i1.11635

Abstract

Religious tourism constitutes not only a form of spiritual practice but also a channel for cultural diplomacy and global engagement. In Palembang, the annual Ziarah Kubro pilgrimage attracts a growing number of domestic and international visitors. However, limited English proficiency among local pilgrimage guides and pesantren communities constrains the effective communication of religious values, historical narratives, and local wisdom. This community service program aimed to enhance the English communication skills of students at Pesantren Al-Amalul Khair who are directly involved in pilgrimage-related activities, thereby supporting the professionalization of religious tourism services at the community level. The program employed a contextualized English for Tourism framework and commenced with a language needs analysis conducted through field observations, semi-structured interviews, and diagnostic pre-tests to identify participants’ communicative needs. Participants were selected based on their active roles in guiding, hospitality, and religious tourism support. Training activities consisted of role-play simulations of guiding scenarios, guided speaking exercises, visual-based vocabulary instruction, and the collaborative development of bilingual digital brochures. Authentic communicative practice was reinforced through field mentoring during actual pilgrimage activities. Program evaluation was carried out using pre- and post-test, performance-based observation, and qualitative participant feedback. The findings indicated marked improvements in vocabulary mastery, functional guiding expressions, cultural interpretation abilities, and communicative confidence among participants. To ensure sustainability, the program facilitated the establishment of an English Club and provided bilingual learning resources tailored to religious tourism contexts. Overall, the program demonstrates that context-based English training integrated into community practices can effectively strengthen local capacity, enhance community engagement, and support the development of religious tourism services with global orientation.