Manajemen persediaan merupakan elemen krusial dalam manajemen rantai pasok yang bertujuan menjaga ketersediaan bahan baku dalam jumlah yang tepat dengan biaya serendah mungkin. Ketidaktepatan dalam pengendalian persediaan dapat menimbulkan pemborosan biaya, penurunan kualitas bahan baku, serta hambatan dalam proses produksi. Kedai Teh Laresolo sebagai usaha kecil berbasis minuman teh di Kota Bogor menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan bahan baku yang mudah rusak dan fluktuatif mengikuti musim. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal pada setiap siklus pengadaan sehingga kebutuhan produksi terpenuhi secara efisien, biaya persediaan dapat ditekan, dan risiko kerusakan bahan baku dapat diminimalkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis data historis pembelian, konsumsi bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, serta observasi langsung aktivitas operasional. Perhitungan EOQ dilakukan menggunakan rumus klasik Wilson Formula untuk memperoleh ukuran pesanan optimal, frekuensi pemesanan, serta estimasi total biaya persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode EOQ mampu menurunkan total biaya persediaan dibandingkan pola pemesanan sebelumnya yang tidak terstruktur. EOQ memberikan ukuran pesanan yang paling ekonomis, menekan biaya penyimpanan, serta mengurangi kejadian kelebihan stok yang berpotensi menimbulkan kerusakan bahan baku. Selain itu, metode ini memastikan bahan baku tersedia tepat waktu sehingga proses produksi berjalan stabil. Secara keseluruhan, penerapan EOQ terbukti efektif dan relevan dalam meningkatkan efisiensi pengendalian bahan baku pada Kedai Teh Laresolo serta dapat dijadikan acuan bagi usaha kecil dan menengah dalam industri minuman alami.