Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Peran Komunikasi Pejabat Publik dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat Young, Tjenita; Nurazid, Syifa Humaira; Tumanggor, Raja Oloan; Haddy, Kiranna; Julia, Wiwin; Sartica, Tasya
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2085

Abstract

Kepercayaan masyarakat merupakan elemen krusial bagi keberlangsungan pemerintahan yang demokratis. Namun nyatanya, berbagai fenomena empiris menunjukkan bahwa pernyataan dan perilaku komunikasi pejabat publik yang tidak etis, tidak sensitif, atau tidak berbasis data kerap memicu kontroversi dan berkontribusi pada penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Meskipun kajian mengenai kepercayaan publik telah banyak dilakukan, studi literatur yang secara spesifik memetakan peran komunikasi pejabat publik sebagai faktor utama kepercayaan masyarakat di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis bagaimana komunikasi pejabat publik memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah melalui metode literature review. Sebanyak 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2015–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi tertentu dari basis data Google Scholar, SINTA, dan Scopus, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pejabat publik yang transparan, dialogis, partisipatif, responsif, dan beretika secara konsisten berhubungan positif dengan peningkatan kepercayaan masyarakat. Namun, efektivitas pendekatan komunikasi ini juga dipengaruhi oleh konteks krisis, karakteristik audiens, medium komunikasi, dan struktur birokrasi. Pendekatan penelitian yang dominan adalah kualitatif dan survei kuantitatif, dengan keterbatasan pada sifat kontekstual dan minimnya pengujian model teoretis terpadu. Secara ilmiah, studi ini menegaskan bahwa hubungan komunikasi pejabat publik dan kepercayaan masyarakat bersifat kontekstual dan tidak linier, serta memberikan dasar teoretis bagi pengembangan model komunikasi pemerintahan berbasis kepercayaan di Indonesia. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi pejabat publik dan humas pemerintah untuk mengembangkan komunikasi berbasis data, empati, dan partisipasi masyarakat guna memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Peran Big Five Personality Traits terhadap Digital Stress pada Generasi Z Haddy, Kiranna; Roswiyani, Roswiyani
AHKAM Vol 5 No 1 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v5i1.8861

Abstract

The increasingly intensive development of digital technology has heightened the risk of digital stress, particularly among Generation Z, who exhibit high levels of digital connectivity, while individual differences in responses to digital demands are presumed to be influenced by personality characteristics. This study aimed to analyze the role of the Big Five Personality Traits in digital stress among Generation Z in Indonesia. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 390 Generation Z individuals aged 18–28 years selected using non-probability sampling. Data were collected online using the Digital Stress Scale and The Revised NEO Personality Inventory (NEO-PI-R), then analyzed using linear regression to examine the contribution of personality traits to digital stress and differences in digital stress levels based on screen time duration. The results showed that the Big Five Personality Traits, taken together, played a significant role in digital stress with a contribution of 28.7%. Partially, neuroticism, extraversion, and conscientiousness had a significant positive effect on digital stress, whereas openness and agreeableness had a significant negative effect. In addition, differences in digital stress levels were found based on screen time duration, with individuals who spent more than six hours per day on screens tending to experience higher digital stress. The study concludes that personality is an important internal factor in explaining individual vulnerability to digital stress and highlights the importance of personality-based approaches in designing prevention strategies and intervention programs for managing digital stress, particularly among Generation Z.