Keterbatasan akses terhadap layanan fisioterapi di tingkat komunitas masih menjadi persoalan nyata, terutama bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia dengan berbagai keluhan fungsi gerak. Kondisi ini menuntut model pelayanan fisioterapi yang lebih adaptif, mudah diakses, dan berbasis kebutuhan komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi model layanan fisioterapi berbasis mobil sebagai strategi perluasan akses pelayanan fisioterapi komunitas. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan edukasi dan penyuluhan kesehatan, skrining dan asesmen fisioterapi, pemberian tindakan fisioterapi sesuai kebutuhan individu, konseling latihan mandiri, serta rekomendasi rujukan dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di pelataran Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta dan diikuti oleh 62 peserta masyarakat umum. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner kepuasan dengan skala Likert 1–5. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia ≥60 tahun (58,0%) dengan variasi keluhan fungsi gerak, yang didominasi oleh nyeri muskuloskeletal (59,7%), diikuti gangguan sirkulasi dan metabolik (30,6%) serta keluhan neuromuskular (9,7%). Evaluasi kepuasan menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik terhadap layanan fisioterapi berbasis mobil, di mana 90% peserta menilai aksesibilitas layanan sangat baik dan lebih dari 92% peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap kualitas pelayanan, keterampilan tenaga fisioterapi, serta sikap dan komunikasi petugas. Disimpulkan bahwa model layanan fisioterapi berbasis mobil dapat diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dan menunjukkan potensi sebagai alternatif pelayanan fisioterapi komunitas yang mampu menjangkau beragam keluhan fungsi gerak dalam mendukung upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif di tingkat masyarakat.