Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN TIM KESEHATAN MULTIDISIPLIN DALAM PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI GKJ KETANDAN KABUPATEN KLATEN: Optimizing the Role of Multidisciplinary Healthcare Teams to Enhance Community Health Outcomes at GKJ Ketandan Klaten Regency Perdana, Nicholas Adi; Kristina, Hana; Palupi, Ethic; Adityasiwi, Gian Lisuari; Gusma, Ellysa Okky; Khenda, Nathan Agwin; Purwanto, Yohanes; Kuntono, Heru Purbo
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.238

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas hidup, khususnya pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini memerlukan penguatan pelayanan kesehatan promotif dan preventif berbasis komunitas melalui pendekatan multidisiplin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran tim kesehatan multidisiplin dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat GKJ Ketandan Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan adalah pelayanan kesehatan terpadu berbasis komunitas yang melibatkan tenaga keperawatan dan fisioterapi. Intervensi meliputi skrining kesehatan dasar (tekanan darah dan gula darah), edukasi dan konseling kesehatan, skrining keseimbangan dan fungsi gerak, pemberian program latihan mandiri, serta promosi aktivitas fisik. Evaluasi dilakukan melalui analisis deskriptif dan analitik terhadap hasil pemeriksaan kesehatan peserta. Sebanyak 83 peserta terlibat dengan rerata usia 59,94 ± 11,43 tahun. Hasil menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 50,6%, diabetes sebesar 36,1%, dan gangguan keseimbangan sebesar 65,1%. Analisis menunjukkan bahwa usia berhubungan signifikan dengan gangguan keseimbangan (p < 0,05), sementara variabel klinis lainnya tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kegiatan ini membuktikan bahwa optimalisasi peran tim kesehatan multidisiplin efektif dalam deteksi dini faktor risiko PTM dan permasalahan fungsional, serta berpotensi menjadi model pelayanan kesehatan komunitas yang berkelanjutan.
MODEL LAYANAN FISIOTERAPI BERBASIS MOBIL UNTUK UPAYA PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF, DAN REHABILITATIF DI MASYARAKAT: Mobile-Based Physiotherapy Service Model for Promotive, Preventive, Curative, and Rehabilitative Efforts in the Community Gusma, Ellysa Okky; Adityasiwi, Gian Lisuari; Kristina, Hana; Kuntono, Heru Purbo; Perdana, Nicholas Adi; Khenda, Nathan Agwin; Purwanto, Yohanes
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.242

Abstract

Keterbatasan akses terhadap layanan fisioterapi di tingkat komunitas masih menjadi persoalan nyata, terutama bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia dengan berbagai keluhan fungsi gerak. Kondisi ini menuntut model pelayanan fisioterapi yang lebih adaptif, mudah diakses, dan berbasis kebutuhan komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi model layanan fisioterapi berbasis mobil sebagai strategi perluasan akses pelayanan fisioterapi komunitas. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan edukasi dan penyuluhan kesehatan, skrining dan asesmen fisioterapi, pemberian tindakan fisioterapi sesuai kebutuhan individu, konseling latihan mandiri, serta rekomendasi rujukan dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di pelataran Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta dan diikuti oleh 62 peserta masyarakat umum. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner kepuasan dengan skala Likert 1–5. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia ≥60 tahun (58,0%) dengan variasi keluhan fungsi gerak, yang didominasi oleh nyeri muskuloskeletal (59,7%), diikuti gangguan sirkulasi dan metabolik (30,6%) serta keluhan neuromuskular (9,7%). Evaluasi kepuasan menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik terhadap layanan fisioterapi berbasis mobil, di mana 90% peserta menilai aksesibilitas layanan sangat baik dan lebih dari 92% peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap kualitas pelayanan, keterampilan tenaga fisioterapi, serta sikap dan komunikasi petugas. Disimpulkan bahwa model layanan fisioterapi berbasis mobil dapat diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dan menunjukkan potensi sebagai alternatif pelayanan fisioterapi komunitas yang mampu menjangkau beragam keluhan fungsi gerak dalam mendukung upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif di tingkat masyarakat.