Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EDUKASI TINDAKAN DARURAT: PENDAMPINGAN LANSIA UNTUK PENANGANAN KEJADIAN JATUH: Emergency Action Education: Assisting the Elderly in Handling Fall Incidents Gusma, Ellysa Okky; Adityasiwi, Gian Lisuari; Kristina, Hana; Khenda, Nathan Agwin
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i2.183

Abstract

Kejadian jatuh pada lansia merupakan salah satu penyebab utama cedera serius yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, edukasi mengenai tindakan darurat sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan lansia dan lingkungan sekitarnya dalam menghadapi situasi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar mengenai penanganan kejadian jatuh pada lansia melalui ceramah interaktif. Kegiatan diikuti oleh 52 peserta lansia dan melibatkan 4 orang tim pelaksana dengan peran yang terbagi jelas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap langkah-langkah darurat yang tepat setelah kejadian jatuh, serta terciptanya komunikasi yang efektif antara peserta dan pemateri. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lansia mengenai pentingnya penanganan yang cepat dan tepat terhadap insiden jatuh. Edukasi berkelanjutan dan pelatihan praktis direkomendasikan sebagai tindak lanjut guna memperkuat kapasitas lansia dalam menghadapi situasi darurat.
IMPLEMENTASI PENYULUHAN DAN SKRINING KESEIMBANGAN BERBASIS NEUROLOGIS UNTUK LANSIA DI RANDUGUNTING, KELURAHAN TAMANMARTANI, KALASAN: PENDEKATAN PELAYANAN FISIOTERAPI KOMUNITAS DAN PENGKADERAN: Implementation of Neurologically-Based Balance Education and Screening for Older Adults in Randugunting Tamanmartani Subdistrict Kalasan: A Community Physiotherapy Service and Cadre Empowerment Approach Siswanto, Sukendri; Adityasiwi, Gian Lisuari; Susanto, Nicholas Adi Perdana; Gusma, Ellysa Okky; Kuntono, Heru Purbo; Wijanarko, Fajar; Kristina, Hana; Khenda, Nathan Agwin
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i2.202

Abstract

Indonesia menghadapi lonjakan lansia yang rentan jatuh, terutama di wilayah pedesaan dengan akses layanan kesehatan terbatas. Di Kelurahan Randugunting, Tamanmartani, Kalasan, risiko jatuh lansia meningkat akibat gangguan keseimbangan yang sering tidak terdeteksi dini. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menghadirkan inovasi skrining neurologis berbasis Fukuda Stepping Test dan edukasi fisioterapi komunitas untuk mencegah jatuh dan meningkatkan kemandirian lansia. Pelatihan kader lokal sebagai pengawas kesehatan komunitas memperkuat keberlanjutan intervensi. Melalui pendekatan ini, kesadaran masyarakat meningkat signifikan, intervensi dini lebih optimal, dan risiko jatuh berpotensi menurun drastis. Program ini bukan sekadar pengobatan, melainkan revolusi pencegahan yang memberdayakan lansia dan komunitas, sejalan dengan tema Hari Lanjut Usia Nasional 2025, “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera.” Dengan model ini, kualitas hidup lansia di daerah terpencil dapat ditingkatkan secara signifikan, mengurangi beban sosial dan ekonomi yang selama ini tak terelakkan. Implementasi program ini menegaskan pentingnya skrining neurologis dan pengkaderan sebagai kunci keberhasilan pencegahan jatuh lansia di Indonesia.
OPTIMALISASI KUALITAS HIDUP PENYINTAS STROKE MELALUI PENDAMPINGAN REHABILITASI, EDUKASI, DAN AKTIVITAS REKREATIF BERBASIS KOMUNITAS DI TAMAN LANSIA PAKEM: Optimizing the Quality of Life of Stroke Survivors Through Community-Based Rehabilitation Support, Education, and Recreational Activities at Taman Lansia Pakem Adityasiwi, Gian Lisuari; Gusma, Ellysa Okky; Susanto, Nicholas Adi Perdana; Siswanto, Sukendri; Kuntono, Heru Purbo; Wijanarko, Fajar; Kristina, Hana; Khenda, Nathan Agwin
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i3.204

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyintas stroke melalui pendekatan rekreatif, edukatif, dan pendampingan rehabilitatif berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Taman Lansia Pakem, Sleman, Yogyakarta, pada Mei 2025, dengan melibatkan 210 peserta dari komunitas penyintas stroke. Intervensi mencakup edukasi kesehatan pasca stroke, senam kelompok, pemeriksaan fisioterapi, konsultasi individual, serta pemberian home program yang dipersonalisasi. Dari total peserta, 69 orang mengikuti evaluasi fisioterapi, termasuk pemeriksaan fungsional menggunakan Indeks Barthel. Hasil evaluasi menunjukkan 65% peserta berada dalam kategori ketergantungan ringan, sementara 35% telah mencapai status mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Distribusi usia menunjukkan mayoritas peserta berusia di atas 60 tahun. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan fisioterapis, tenaga medis, serta dukungan komunitas terbukti mendukung peningkatan fungsi dan kesejahteraan peserta. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi layanan rehabilitasi dengan pendekatan sosial dan rekreatif di tingkat komunitas. Intervensi seperti ini tidak hanya mendorong pemulihan fungsional, tetapi juga memperkuat aspek psikososial penyintas stroke. Diperlukan dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor agar pendekatan serupa dapat direplikasi secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
OPTIMALISASI PERAN TIM KESEHATAN MULTIDISIPLIN DALAM PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI GKJ KETANDAN KABUPATEN KLATEN: Optimizing the Role of Multidisciplinary Healthcare Teams to Enhance Community Health Outcomes at GKJ Ketandan Klaten Regency Perdana, Nicholas Adi; Kristina, Hana; Palupi, Ethic; Adityasiwi, Gian Lisuari; Gusma, Ellysa Okky; Khenda, Nathan Agwin; Purwanto, Yohanes; Kuntono, Heru Purbo
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.238

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas hidup, khususnya pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini memerlukan penguatan pelayanan kesehatan promotif dan preventif berbasis komunitas melalui pendekatan multidisiplin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran tim kesehatan multidisiplin dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat GKJ Ketandan Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan adalah pelayanan kesehatan terpadu berbasis komunitas yang melibatkan tenaga keperawatan dan fisioterapi. Intervensi meliputi skrining kesehatan dasar (tekanan darah dan gula darah), edukasi dan konseling kesehatan, skrining keseimbangan dan fungsi gerak, pemberian program latihan mandiri, serta promosi aktivitas fisik. Evaluasi dilakukan melalui analisis deskriptif dan analitik terhadap hasil pemeriksaan kesehatan peserta. Sebanyak 83 peserta terlibat dengan rerata usia 59,94 ± 11,43 tahun. Hasil menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 50,6%, diabetes sebesar 36,1%, dan gangguan keseimbangan sebesar 65,1%. Analisis menunjukkan bahwa usia berhubungan signifikan dengan gangguan keseimbangan (p < 0,05), sementara variabel klinis lainnya tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kegiatan ini membuktikan bahwa optimalisasi peran tim kesehatan multidisiplin efektif dalam deteksi dini faktor risiko PTM dan permasalahan fungsional, serta berpotensi menjadi model pelayanan kesehatan komunitas yang berkelanjutan.
MODEL LAYANAN FISIOTERAPI BERBASIS MOBIL UNTUK UPAYA PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF, DAN REHABILITATIF DI MASYARAKAT: Mobile-Based Physiotherapy Service Model for Promotive, Preventive, Curative, and Rehabilitative Efforts in the Community Gusma, Ellysa Okky; Adityasiwi, Gian Lisuari; Kristina, Hana; Kuntono, Heru Purbo; Perdana, Nicholas Adi; Khenda, Nathan Agwin; Purwanto, Yohanes
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.242

Abstract

Keterbatasan akses terhadap layanan fisioterapi di tingkat komunitas masih menjadi persoalan nyata, terutama bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia dengan berbagai keluhan fungsi gerak. Kondisi ini menuntut model pelayanan fisioterapi yang lebih adaptif, mudah diakses, dan berbasis kebutuhan komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi model layanan fisioterapi berbasis mobil sebagai strategi perluasan akses pelayanan fisioterapi komunitas. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan edukasi dan penyuluhan kesehatan, skrining dan asesmen fisioterapi, pemberian tindakan fisioterapi sesuai kebutuhan individu, konseling latihan mandiri, serta rekomendasi rujukan dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di pelataran Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta dan diikuti oleh 62 peserta masyarakat umum. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner kepuasan dengan skala Likert 1–5. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia ≥60 tahun (58,0%) dengan variasi keluhan fungsi gerak, yang didominasi oleh nyeri muskuloskeletal (59,7%), diikuti gangguan sirkulasi dan metabolik (30,6%) serta keluhan neuromuskular (9,7%). Evaluasi kepuasan menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik terhadap layanan fisioterapi berbasis mobil, di mana 90% peserta menilai aksesibilitas layanan sangat baik dan lebih dari 92% peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap kualitas pelayanan, keterampilan tenaga fisioterapi, serta sikap dan komunikasi petugas. Disimpulkan bahwa model layanan fisioterapi berbasis mobil dapat diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dan menunjukkan potensi sebagai alternatif pelayanan fisioterapi komunitas yang mampu menjangkau beragam keluhan fungsi gerak dalam mendukung upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif di tingkat masyarakat.
PENGARUH WORKPLACE STRETCHING MELALUI MICROBREAK 5 MENIT TERHADAP PENURUNAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGRAJIN SEPATU Gusma, Ellysa Okky; Sunarto, Gatot; Adityasiwi, Gian Lisuari; Khenda, Nathan Agwin; Susanto, Nicolas Adi Perdana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54676

Abstract

Low back pain merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dialami pekerja sektor informal, termasuk pengrajin sepatu, akibat paparan postur kerja statis dan aktivitas berulang dalam durasi panjang. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga berdampak pada keterbatasan fungsi aktivitas dan penurunan produktivitas kerja. Salah satu pendekatan ergonomi yang berpotensi mengatasi permasalahan tersebut adalah workplace stretching yang dilakukan melalui microbreak singkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh microbreak workplace stretching selama 5 menit terhadap intensitas nyeri punggung bawah dan disabilitas fungsional pada pengrajin sepatu di Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh pengrajin sepatu di Mojokerto dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi intensitas nyeri punggung bawah dan disabilitas fungsional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan Roland–Morris Disability Questionnaire (RMDQ). Intervensi microbreak workplace stretching diberikan selama 5 menit, dua kali sehari, selama dua minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada intensitas nyeri saat gerak, nyeri saat diam, serta disabilitas fungsional setelah intervensi (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah microbreak workplace stretching merupakan intervensi ergonomi yang efektif dalam menurunkan nyeri punggung bawah dan meningkatkan kapasitas fungsional pekerja, serta relevan sebagai strategi promotif–preventif dalam kesehatan kerja sektor informal.