Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi dan Edukasi Potensi Budaya, UMKM, dan Pangan Lokal dalam Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang Pangestu, Joni Aji; Prayuti, Yuyut; Anggraeni, Happy Yulia; Jamaludin, Ahmad; Putra, Hendri Darma; Zaky, Mohammad Muammar; Apriliani, Hesti
Jurnal Abdimas Nusantara Vol 3 No 01 (2026): JANU Edisi Januari
Publisher : PT Ruang Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70294/y8rx2m69

Abstract

Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang memiliki potensi lokal yang besar berupa keanekaragaman budaya, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta hasil pangan lokal. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, terutama dalam aspek pengelolaan, promosi, dan keberlanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait potensi budaya, UMKM, dan pangan lokal Desa Cibunar. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa sosialisasi, edukasi, pendampingan, serta keterlibatan langsung dalam aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, UMKM, kesehatan, dan pelestarian budaya. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat desa, pelaku UMKM, anak-anak usia sekolah, serta kader masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal, pengembangan UMKM berbasis potensi desa, serta diversifikasi dan pemanfaatan hasil pangan lokal. Kegiatan sosialisasi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif, serta memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara partisipatif mampu menjadi strategi efektif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa berbasis potensi lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan direplikasi di desa lain dengan karakteristik serupa.