Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN DIGITAL HEALTH DALAM PENINGKATAN AKSES DAN MUTU KESEHATAN DI INDONESIA : TINJAUAN LITERATUR Yuliastuti, Ni Ketut; Juliatin, Juliatin; Janna, Siti Nur; Putri, Eka Novia Syah; Hasniar, Hasniar; Asmiati, Asmiati; Risky, Sartini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54647

Abstract

Digital health menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di negara kepulauan seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digital health dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan berdasarkan tinjauan literatur. Metode penelitian menggunakan literature review terhadap artikel ilmiah dan dokumen relevan yang membahas telemedicine, aplikasi kesehatan digital, rekam medis elektronik, Big Data, dan transformasi digital di sektor kesehatan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa digital health, khususnya telemedicine, berkontribusi signifikan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah rural dan kepulauan melalui kemudahan konsultasi jarak jauh, efisiensi waktu, dan pengurangan biaya. Selain itu, penerapan rekam medis elektronik dan pemanfaatan Big Data berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan melalui integrasi data pasien, peningkatan akurasi diagnosis, serta pengembangan pengobatan berbasis data. Namun, implementasi digital health masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan literasi digital, serta isu regulasi dan perlindungan data kesehatan. Secara keseluruhan, digital health memiliki potensi besar sebagai instrumen strategis dalam transformasi sistem pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan di Indonesia.
Performance-Based Capitation (PBK) at PUSKESMAS in East Kolaka Mokke, Desya Dillachsyadina; Janna, Siti Nur; Juliatin; Hasniar; Asmiati; Risky, Sartini
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1722

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Kolaka Timur, Indonesia. Skema KBK, sebagai kebijakan utama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menyesuaikan pembayaran fasilitas berdasarkan pencapaian tiga indikator layanan utama: Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Latar belakang menggarisbawahi peran kunci FKTP sebagai gatekeeper sistem dan penggunaan KBK untuk menjamin mutu layanan serta efisiensi keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling terhadap seluruh FKTP yang memenuhi kriteria. Data dari Januari dan Agustus 2025, yang mencakup laporan kinerja sekunder, kuesioner, dan wawancara, dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja yang beragam. RRNS (0,54%) berhasil dikendalikan, mengindikasikan fungsi gatekeeper yang efektif. Namun, tantangan besar teridentifikasi: AK (70,54‰) masih jauh di bawah target 150‰, mencerminkan rendahnya akses layanan atau pencatatan yang kurang optimal, dan RPPT (1,08%) sangat di bawah target 5%, menandakan pengelolaan penyakit kronis yang belum optimal. Pembahasan menghubungkan temuan ini dengan masalah sistemik seperti beban peserta yang tinggi, keterbatasan sumber daya manusia, serta kelemahan dalam pencatatan data dan keterlibatan masyarakat dalam Prolanis. Disimpulkan bahwa meskipun fungsi rujukan berjalan efektif, diperlukan peningkatan signifikan dalam aksesibilitas layanan dan perawatan kronis. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan sistem pencatatan layanan, peningkatan monitoring rutin multipihak, optimalisasi kegiatan Prolanis berbasis komunitas, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan untuk memperbaiki hasil pencapaian KBK secara keseluruhan.