Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBERDAYAAN MANAJEMEN TANAH WAKAF SEBAGAI PENGHASIL EKONOMI RAKYAT STUDI KASUS DI DESA PAOKMOTONG KECAMATAN MASBAGIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Juliatin; Jumarim
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 13 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/mu.v13i2.11203

Abstract

Ideally, waqf can be managed productively and developed into an Islamic institution that can improve people's welfare. In reality, together with zakat, waqf can be an instrument in poverty alleviation. Productive management of zakat cannot be separated from the media used in carrying out waqf. However, the practice that occurs in the field, especially in Paokmotong Village, Masbagik, East Lombok Regency, based on the results of initial observations conducted by researchers, waqf management is still around religious issues, considering that this has become a habit for the people of Lombok in particular. So, when there is waqf land, its management is often more for the needs of places of worship or the like. In fact, if developed, this could be an instrument in alleviating poverty like zakat.
Performance-Based Capitation (PBK) at PUSKESMAS in East Kolaka Mokke, Desya Dillachsyadina; Janna, Siti Nur; Juliatin; Hasniar; Asmiati; Risky, Sartini
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1722

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Kolaka Timur, Indonesia. Skema KBK, sebagai kebijakan utama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menyesuaikan pembayaran fasilitas berdasarkan pencapaian tiga indikator layanan utama: Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Latar belakang menggarisbawahi peran kunci FKTP sebagai gatekeeper sistem dan penggunaan KBK untuk menjamin mutu layanan serta efisiensi keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling terhadap seluruh FKTP yang memenuhi kriteria. Data dari Januari dan Agustus 2025, yang mencakup laporan kinerja sekunder, kuesioner, dan wawancara, dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja yang beragam. RRNS (0,54%) berhasil dikendalikan, mengindikasikan fungsi gatekeeper yang efektif. Namun, tantangan besar teridentifikasi: AK (70,54‰) masih jauh di bawah target 150‰, mencerminkan rendahnya akses layanan atau pencatatan yang kurang optimal, dan RPPT (1,08%) sangat di bawah target 5%, menandakan pengelolaan penyakit kronis yang belum optimal. Pembahasan menghubungkan temuan ini dengan masalah sistemik seperti beban peserta yang tinggi, keterbatasan sumber daya manusia, serta kelemahan dalam pencatatan data dan keterlibatan masyarakat dalam Prolanis. Disimpulkan bahwa meskipun fungsi rujukan berjalan efektif, diperlukan peningkatan signifikan dalam aksesibilitas layanan dan perawatan kronis. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan sistem pencatatan layanan, peningkatan monitoring rutin multipihak, optimalisasi kegiatan Prolanis berbasis komunitas, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan untuk memperbaiki hasil pencapaian KBK secara keseluruhan.