Sitorus, Novellyn Debora
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Atas Konstruksi Realitas Pendidikan dalam Media Massa Sitorus, Novellyn Debora; Sinaga, Cristine Fitta Homasan; Sihombing, Berliana
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 16 No. 1 (2026): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v16i1.52636

Abstract

This study aims to examine the construction of educational reality in the Tempo article entitled “Sekolah Tanpa Beban untuk Generasi Cerdas dan Berdaya Saing” by applying the Critical Discourse Analysis model of Teun A. van Dijk. The research employs a descriptive qualitative approach, with the data source consisting of an online media article published by Tempo. Data were collected through documentation and note-taking techniques, and subsequently analyzed based on three levels of discourse structure: macrostructure, superstructure, and microstructure. The findings indicate that at the macrostructural level, the text constructs a central theme concerning limited access to education in the Maluku Utara archipelago and consistently associates it with the role of the local government as the primary solution provider. At the superstructural level, the article is organized in a feature format following a personal narrative, policy, expectation pattern, which functions to build empathy while simultaneously legitimizing the “education without burden” policy. At the microstructural level, lexical choices, the use of metaphors, the dominance of active sentences, and the emphasis on quantitative data strengthen the image of the government as a responsive actor and naturalize the ideology of education as a fundamental right that must be guaranteed by the state. This study affirms that media texts not only convey information but also shape readers’ perspectives through structured and ideological discursive strategies. The findings contribute to the development of media linguistics studies and the strengthening of critical literacy in language education.
ANALISIS TRANSFORMASI NILAI ADAT MARTONGGO RAJA DI ERA MODERNISASI MASYARAKAT BATAK TOBA Sitorus, Novellyn Debora; Butar-Butar, Ningrum Melati; Sinaga, Cristine Fitta Homasan
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1197

Abstract

Di tengah arus modernisasi yang ditandai oleh perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, praktik adat masyarakat Batak Toba menghadapi tantangan berupa pergeseran nilai, termasuk dalam tradisi Martonggo Raja sebagai forum musyawarah adat. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk memahami bagaimana nilai-nilai adat dipertahankan atau ditransformasikan dalam konteks kekinian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi nilai adat Martonggo Raja dalam masyarakat Batak Toba. Martonggo Raja berperan penting dalam menjaga keseimbangan sosial berdasarkan prinsip Dalihan Na Tolu: hormat kepada hula-hula, kasih kepada boru, dan solidaritas dengan dongan sabutuha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi fokus melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen adat di Kota Pematangsiantar. Hasil penelitian menunjukkan transformasi dalam tiga aspek: (1) bentuk, dari musyawarah komunal menjadi lebih adaptif; (2) makna, dari simbol sakral menjadi praktik sosial; dan (3) fungsi, dari kewajiban adat menjadi ekspresi identitas budaya. Meskipun demikian, nilai inti seperti gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap leluhur tetap bertahan. Dengan demikian, Martonggo Raja tetap relevan sebagai wadah sosial dan spiritual di tengah modernisasi.
ANALISIS IDEOLOGIS LOGO IKN NUSANTARA: IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN MELALUI SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo; Sinaga, Devira Ekklsia; Lingga, Dewi Purnama Sari; Sihombing, Berliana; Sitorus, Novellyn Debora
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1369

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna dan ideologi yang direpresentasikan dalam Logo Ibu Kota Nusantara (IKN) serta implikasinya terhadap penguatan pendidikan karakter kebangsaan. Logo IKN tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual negara, tetapi juga sebagai teks ideologis yang menyampaikan nilai-nilai kebangsaan melalui simbol visual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, logo IKN dipahami sebagai komposisi visual Pohon Hayat yang terdiri atas lima akar, tujuh batang, dan tujuh belas bunga sebagai fakta desain visual. Pada tingkat konotasi, elemen-elemen tersebut merepresentasikan Pancasila, persatuan Nusantara, serta cita-cita dan harapan bangsa Indonesia. Pada tingkat mitos, makna konotatif dinaturalisasi menjadi ideologi kebangsaan yang membingkai Indonesia sebagai bangsa yang berakar pada nilai luhur, bersatu dalam keberagaman, dan berorientasi pada keberlanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa logo IKN memiliki potensi strategis sebagai media literasi visual dan ideologis dalam pendidikan karakter kebangsaan.