p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fenomena
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Fenomena

Evaluasi Kebijakan Program Bantuan Pangan Non-Tunai Melalui Goal Oriented Evaluation Model di Desa Ngerangan Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Novi Sabila Rosyidah; Imania Nurjanah; Tri Mardiana; Heru Maryanto
Fenomena Vol. 4 No. 02 (2024): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/3qn9y669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kebijakan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Adapun model evaluasi yang digunakan adalah Goal Oriented Evaluation Model oleh Tyler dengan empat indikator pengukuran keberhasilan program, yaitu tujuan, hasil, keterlibatan stakeholder, dan konteks program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kajian kepustakaan dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Desa Ngerangan sudah dilaksanakan dengan baik meskipun masih terdapat beberapa kendala berdasarkan indikator keberhasilan program. Indikator tujuan menunjukkan bahwa output dari program BPNT di Desa Ngerangan ini sesuai dengan peraturan pemerintah yaitu Rp.200.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya diwujudkan dalam bentuk beras, telur, minyak, daging ayam, dan buah, meskipun pencairan dana sering terlambat. Indikator keterlibatan stakeholder terlihat dari partisipasi aktif, koordinasi, dan komitmen stakeholder yang bekerjasama sesuai mekanisme yang berlaku. Pelaksanaan program BPNT memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dasar dan peningkatan taraf hidup masyarakat miskin. Kendala seperti keterlambatan pencairan dana dan kecemburuan sosial dikarenakan data penerima yang kurang valid. Untuk itu, perlu dilakukan validasi data penerima BPNT secara berkala dan survei terhadap KPM untuk memastikan data yang akurat, sehingga program BPNT di Desa Ngerangan dapat berjalan secara optimal.
EVALUASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI ALUN-ALUN KABUPATEN KLATEN Novaulisna RuestaPutra; Tri Mardiana; Heru Maryanto
Fenomena Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/fqhgbb18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan infrastruktur yang mendukung penyandang disabilitas di Alun-Alun Kabupaten Klaten, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi asistif seperti guiding block dan ramp. Evaluasi ini penting mengingat meningkatnya jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Klaten yang mencapai 10.228 jiwa pada tahun 2024. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2020 mendorong pengembangan fasilitas umum yang inklusif dan dapat diakses oleh penyandang disabilitas.   Penelitian ini menggunakan metode evaluasi berdasarkan kriteria aksesibilitas, yaitu keselamatan, kemudahan, kegunaan, dan kemandirian. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan analisis dokumen terkait kebijakan infrastruktur dan aksesibilitas di Alun-Alun Kabupaten Klaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada upaya peningkatan infrastruktur melalui renovasi Alun-Alun pada tahun 2022, beberapa aspek aksesibilitas masih perlu ditingkatkan. Guiding block dan ramp telah dipasang, namun penggunaan dan penempatannya belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas yang efektif bagi penyandang disabilitas.   Temuan ini menegaskan perlunya peninjauan ulang dan peningkatan infrastruktur di Alun-Alun Kabupaten Klaten untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas secara optimal. Rekomendasi yang diberikan termasuk penyesuaian lebih lanjut pada desain dan implementasi guiding block, ramp, serta penambahan fasilitas lain seperti jalur pejalan kaki yang terhubung dengan baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik yang ramah disabilitas.