Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Produktif Siswa : artikel Nuriyani, Emy; Fajri, Ruri Rizkia; Haerudin, Haerudin; Jamhari, Mohammad
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Produktif Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), khususnya pada proyek penginstalan sistem operasi Linux Debian menggunakan aplikasi VirtualBox. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas X TJKT SMKN 1 Parigi tahun pelajaran 2023/2024. Pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui diferensiasi konten, proses, dan produk serta diintegrasikan dengan model Project-Based Learning (PjBL).Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai meningkat dari 85,93 pada siklus I menjadi 89,02 pada siklus II. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman konsep, dan keterampilan praktis siswa dalam penginstalan sistem operasi Linux. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis proyek efektif diterapkan pada mata pelajaran produktif TJKT untuk meningkatkan hasil belajar dan kompetensi teknis siswa. Evaluation of the Implementation of Differentiated Learning on Improving Learning Outcomes in the Productive TJKT Subject at SMKN This study evaluates the implementation of differentiated learning to improve student learning outcomes in the Productive subject of Computer and Network Engineering (TJKT), focusing on a project of installing the Debian Linux operating system using VirtualBox. The research employed classroom action research conducted in two cycles involving planning, action, observation, and reflection. The participants were 23 Grade X TJKT students at SMKN 1 Parigi in the 2023/2024 academic year. Differentiated learning was applied through content, process, and product differentiation and integrated with the Project-Based Learning (PjBL) model. The results indicate an improvement in student learning outcomes, with the average score increasing from 85.93 in Cycle I to 89.02 in Cycle II. The findings show that differentiated learning aligned with students’ learning styles enhances engagement, conceptual understanding, and practical skills in Linux installation. This study implies that differentiated project-based learning is an effective strategy for improving learning outcomes and technical competencies in productive TJKT subjects.
Pengembangan instrumen asesmen ilmu pengetahuan alam sosial berbasis model pisa untuk mengukur kemampuan literasi sains Kusumaningrat; Nuriyani, Emy; Afadil; Nurjannah
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18815

Abstract

Faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi sains adalah belum tersedianya instrumen penilaian yang sesuai untuk mengukur aspek literasi sains secara komprehensif. Permasalahan ini menuntut pengembangan instrumen penilaian yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa SMK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji instrumen penilaian berbasis model PISA untuk siswa SMK pada materi makhluk hidup dan lingkungannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D. Subjek penelitian yakni siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Parigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan sangat valid dengan persentase validitas sebesar 85,88 %. Reliabilitas instrumen nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,87, dengan kategori reliabel. Analisis literasi sains menunjukkan 72% siswa berada dalam kategori rendah dan 28% dalam kategori sedang, dengan skor rata-rata skor rata-rata sebesart 45 berada pada kategori rendah. Berdasarkan ketiga aspek literasi sains, aspek menjelaskan fenomena ilmiah memperoleh skor tertinggi sebesar 67 dengan kategori sedang, sementara aspek mengevaluasi dan merancang penyelidikan serta menafsirkan data ilmiah masih rendah dengan skor masing-masing memperoleh skor sebesart 38 dan 30. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan pembelajaran berbasis eksperimen, analisis data, serta integrasi teknologi dan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan literasi sains peserta didik secara menyeluruh. Development of PISA-Based IPAS Assessment Instruments to Measure the Science Literacy Skills of Vocational High School Students  The factor causing low science literacy skills is the lack of appropriate assessment instruments to comprehensively measure aspects of science literacy. This problem requires the development of valid and reliable assessment instruments to measure the science literacy skills of vocational high school students. The purpose of this study was to develop and test PISA-based assessment instruments for vocational high school students on the subject of living things and their environment. The research used the Research and Development (R&D) method with the 4D model. The research subjects were 10th grade TKJ students at SMK Negeri 1 Parigi. The results showed that the developed instrument was highly valid with a validity percentage of 85.88%. The reliability of the instrument was Cronbach's Alpha of 0.87, which is considered reliable. The science literacy analysis showed that 72% of students were in the low category and 28% in the moderate category, with an average score of 45 in the low category. Based on the three aspects of science literacy, the aspect of explaining scientific phenomena obtained the highest score of 67 in the moderate category, while the aspects of evaluating and designing investigations and interpreting scientific data were still low, with scores of 38 and 30, respectively. These findings emphasize the need to improve experiment-based learning, data analysis, and the integration of technology and contextual approaches to comprehensively improve students' science literacy.