Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Relationship of Self-Compassion in Facing Emotional Intelligence of College Students: Perspective of Korean movie 'When Life Gives You Tangerines' Kusnia Nikmatul Khasanah; Surawan Surawan; Sarimah Awang
Multidisciplinary: Journal of Education an Learning Vol. 1 No. 1 (2025): (July 2025)
Publisher : CV. Intake Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

University students often face emotional pressure due to academic demands and social expectations, making emotional regulation an essential skill. This study aims to explore the relationship between self-compassion and emotional intelligence among students, using the Korean drama When Life Gives You Tangerines as a reflective emotional context. The drama was selected for its strong depiction of self-compassion values relevant to students' emotional challenges. Using a quantitative correlational approach, the study involved 32 randomly selected students and utilized a Likert-scale questionnaire to measure both variables. Data analysis through Pearson Product-Moment correlation revealed a positive and significant relationship between self-compassion and emotional intelligence (r = 0.272; p = 0.028). Although the correlation falls within the low category, the result indicates that higher self-compassion is associated with better emotional understanding and regulation. These findings highlight the importance of fostering self-compassion as a foundational element in developing emotional intelligence and supporting students' psychological well-being.
Presenting Inclusive Islamic Education: Shaping a Generation that Values Diversity Amidst Globalization Surawan Surawan; Sarimah Awang
Indonesian Journal of Islamic Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2026): Volume 1 Number 2, February 2026
Publisher : CV. Intake Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inclusive Islamic education has become a strategic necessity in the era of globalization characterized by cross-cultural, religious, and value interactions. This paper aims to analyze the concept, implementation, and implications of inclusive Islamic education in shaping a generation that values diversity. The research method employs a systematic literature review of reputable international journals and relevant books published since 2015. The study results show that inclusive Islamic education can strengthen the values of tolerance, equality, and respect for cultural and religious differences. An inclusive curriculum and a pedagogical approach that is responsive to diversity are key elements in the implementation. The main challenges include teacher readiness, resources, and resistance to changes in the traditional education paradigm. The implications of this research emphasize the need for curriculum reform, educator training, and educational policies that support the implementation of inclusivity to produce a generation of Muslims capable of playing a role in a plural and dynamic global society.
MENTAL ILNESS PADA REMAJA DAN PERAN AGAMA DALAM MEMBENTUK KESEHATAN MENTAL Akhmad Khairi; Surawan Surawan
JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): JULI
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health is the foundation of emotions, thoughts, communication, learning, resilience, hope, and self-esteem. It also plays an important role in interpersonal relationships, personal and emotional well-being, and contributions to society. Mental disorders, often referred to as mental illnesses, are mild mental health problems that affect thoughts, feelings, behaviour, mood, or a combination of all of these. Religion plays a very important role in maintaining a person's mental health. This study will examine how religion can contribute to shaping the mental health of adolescents to prevent mental disorders. The method used in this study is a literature study, in which the researcher will collect information from various sources such as books, journals, articles, magazines, newspapers, and other media to support the discussion. For a more in-depth analysis, a descriptive method will be applied to make the discussion clearer.
Fanatisme Keagamaan dan Dampaknya Terhadap Adaptasi Sosial Mahasiswa Asrama UIN Palangka Raya M. Zhunai Idi Nur; Haidir Rahmad; Tri Wahyu Ramadhan; M. Dahany Fajar Ilahi; Surawan Surawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat fanatisme keagamaan, tingkat adaptasi sosial, dan dampak fanatisme keagamaan terhadap adaptasi sosial mahasiswa penghuni Asrama UIN Palangka Raya pada tahun akademik 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa penghuni Asrama UIN Palangka Raya yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert 5 poin yang terdiri dari 32 item pernyataan dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat fanatisme keagamaan mahasiswa berada pada kategori cukup fanatik dengan nilai mean 41,73, sedangkan tingkat adaptasi sosial berada pada kategori baik dengan nilai mean 56,33. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan persamaan Y = 54,59 + 0,042X dengan nilai t hitung 0,419 lebih kecil dari t tabel 2,048 dan R² sebesar 0,006. Dengan demikian disimpulkan bahwa fanatisme keagamaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap adaptasi sosial mahasiswa Asrama UIN Palangka Raya di era modern dengan kontribusi hanya sebesar 0,6%.
THE ROLE OF RELIGIOUS PRACTICES IN MAINTAINING THE MENTAL HEALTH OF GENERATION Z STUDENTS IN THE DIGITAL ERA Serli Ariska; Fitriyah Fitriyah; Najwa Amalia; Surawan Surawan
TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/talim.v9i1.11143

Abstract

Anxiety disorders in Generation Z students have increased significantly due to academic pressure and the influence of social media, with Riskesdas 2023 data showing a high prevalence at the age of 15-24 years. This study aims to analyze the role of Islamic religious practices as a coping strategy in maintaining the mental health of Muslim students of Generation Z. The research uses a qualitative approach with a dual case study method on three students of UIN Palangka Raya through purposive sampling. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, nonparticipant observations, and documentation, with validity guaranteed through triangulation and member examination. The results show that religious practices play an important role in bringing mental calm, reducing anxiety and overthinking, and strengthening resilience to academic stress. Prayer is the main coping mechanism, dhikr and Qur'an recitation function as a spiritual relaxation technique, strengthened by social support from families and campus communities. Religious practices are effective because they provide a framework of existential meaning that helps students reinterpret academic stressors in a broader spiritual perspective, while also activating physiological relaxation responses. These findings provide practical implications for the development of spiritualbased counseling programs and campus policies that integrate religious support in student mental health services.
Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa terhadap Konten Keagamaan di TikTok Ahmad Sutra Madani; Muhammad Rafli Al Buqari; Zaidan Naufal Raseuki; Surawan Surawan
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2026): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v21i1.12519

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah memengaruhi cara remaja memperoleh dan memahami informasi keagamaan. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya literasi digital sebagai kompetensi yang harus dimiliki siswa untuk menyaring dan mengevaluasi informasi di ruang digital secara kritis. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi digital dengan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap konten keagamaan di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa di SMPN Satu Atap 3 Mendawai yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert empat tingkat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji korelasi Pearson. Hasil Penelitian dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital siswa berada pada kategori cukup tinggi dengan nilai rata-rata 45,83, sedangkan kemampuan berpikir kritis memiliki nilai rata-rata 46,90. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,997 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara literasi digital dan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap konten keagamaan di TikTok. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi penting untuk membantu siswa bersikap lebih kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi keagamaan yang beredar di media sosial.
Dinamika Religiusitas dan Pencarian Identitas Diri Remaja Generasi Z dalam Era Budaya Instan Norheni Aulia; Rahma Sita Aulia Fahrida; Rafi Ihsan Al-Baihaqi; Muhammad Khalilurrahman; Surawan Surawan
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.55073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika religiusitas serta proses pencarian identitas diri pada remaja Generasi Z dalam konteks budaya instan yang berkembang melalui media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk memahami pengalaman dan pandangan remaja terkait praktik keagamaan serta pembentukan identitas diri di tengah arus informasi yang cepat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima remaja Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya instan dan intensitas penggunaan media digital memengaruhi cara remaja memahami nilai-nilai religius, proses refleksi diri, serta pembentukan identitas personal. Religiusitas tetap berfungsi sebagai sumber nilai dan pedoman moral yang membantu remaja menavigasi berbagai pengaruh sosial di lingkungan digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara budaya digital dan religiusitas membentuk dinamika baru dalam proses pembentukan identitas diri remaja Generasi Z.
Dinamika Burnout Akademik pada Mahasiswa yang Bekerja Paruh Waktu: Studi Fenomenologi Tentang Konflik Peran dan Regulasi Diri Nabila Dewi Yulianti; Niswatun Al-Anah Wibowo; Siti Norhidayah; Surawan Surawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika burnout akademik pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu dengan menyoroti konflik peran dan regulasi diri dalam pengalaman akademik mahasiswa. Mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai pelajar dan pekerja berpotensi mengalami tekanan psikologis akibat tuntutan akademik dan pekerjaan yang berlangsung secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam menghadapi tekanan peran ganda tersebut. Partisipan penelitian berjumlah enam mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Palangka Raya yang bekerja paruh waktu dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik fenomenologis melalui proses pengkodean, pengelompokan tema, dan interpretasi makna pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran antara tuntutan kuliah dan pekerjaan memicu munculnya kelelahan fisik dan emosional, penurunan motivasi belajar, serta kesulitan dalam mengatur waktu. Benturan jadwal antara aktivitas akademik dan pekerjaan menjadi salah satu pemicu utama munculnya tekanan psikologis pada mahasiswa pekerja. Namun demikian, mahasiswa juga menunjukkan berbagai strategi regulasi diri, seperti pengelolaan waktu, aktivitas coping emosional, serta pemanfaatan dukungan sosial dari keluarga dan teman untuk mempertahankan keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan.