Fazryani Mazita Torano
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prevalence and Risk Factors of Sports Injuries in Papuan Athletes Fazryani Mazita Torano; Rio Wakhid Hujjatul Islam; Cicilia Kubiari; Fellisa Kogoya
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i3.35479

Abstract

Sports injuries are a serious issue frequently experienced by athletes, especially in high-intensity sports such as rugby, karate, and softball. Sports-related injuries not only impair athletic performance but can also threaten the longevity of an athlete’s career. The limited availability of empirical data concerning the prevalence and contributing factors of sports injuries among Papuan athletes served as the primary motivation for this research. This study was designed to identify the prevalence, types, anatomical locations, and potential risk factors associated with injuries across three sports disciplines. Employing a quantitative descriptive design with an ex post facto approach, the research involved 56 PON athletes. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using chi-square and logistic regression tests. The results showed that 83.9% of athletes experienced injuries, mainly grade 1–2 strains and abrasions, with the hip and head being the most affected areas. Rest was identified as the most significant factor influencing sports injuries (p = 0.044; OR = 0.061). The study found that most reported injuries were mild to moderate strains, primarily affecting the pelvis and head, with rest identified as the most significant factor influencing injury incidence. Therefore, effective recovery management and an integrated prevention approach balancing training, rest, psychological support, and technical supervision are essential to reduce injury risks among athletes.
Edukasi Mitigasi Gempa Melalui Gerak dan Lagu pada Siswa TK Kartika Vi-6 Persit Waena: Pengabdian Fazryani Mazita Torano; Siane Maria Tampi; Rio Wakhid H Islam; Ince Abdul Muhaemin; Marsuki; Andi Syaiful; Jendri Palino
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6599

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana gempa bumi yang sangat tinggi karena letaknya berada pada jalur Cincin Api Pasifik. Berdasarkan data dari BMKG, sepanjang tahun 2023 tercatat lebih dari 11.500 gempa bumi mengguncang berbagai wilayah di Indonesia, termasuk kawasan Papua yang tergolong sebagai daerah dengan aktivitas seismik cukup intens. Fenomena ini menegaskan bahwa upaya edukasi mengenai mitigasi bencana perlu dimulai sejak usia dini, khususnya pada anak-anak taman kanak-kanak yang termasuk kelompok paling rentan saat terjadi bencana. Pengabdian ini menawarkan solusi berupa pengembangan dan implementasi media pembelajaran mitigasi gempa berbasis gerak dan lagu yang dirancang sesuai dengan dunia anak. Lagu akan mengandung pesan edukatif seperti tanda-tanda gempa dan langkah penyelamatan, disertai gerakan yang sederhana namun bermakna. Guru dilatih untuk menguasai dan menyampaikan materi ini secara komunikatif, serta disediakan media bantu seperti poster dan video visual yang menunjang pembelajaran. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari siswa, guru, dan kepala sekolah. Simulasi dilakukan dua kali, di mana hasil pengamatan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan respon siswa terhadap instruksi mitigasi gempa dari sekitar 70% respon benar pada simulasi pertama menjadi hampir 90% pada simulasi kedua. Selain memberikan pengetahuan praktis kepada siswa, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran guru dan staf sekolah terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana. Pihak sekolah mengapresiasi metode ini karena bersifat menyenangkan, relevan, dan mudah direplikasi. Program edukasi mitigasi gempa berbasis gerak dan lagu efektif membangun keterampilan keselamatan pada anak usia dini, mendukung pembentukan procedural memory, dan berpotensi dikembangkan ke sekolah lain di wilayah rawan bencana. Disarankan untuk mengintegrasikan materi ini ke dalam kurikulum PAUD/TK, memperkuat kapasitas guru, serta melibatkan orang tua dan komunitas dalam pelaksanaan simulasi berkelanjutan.