p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LEX JUSTITIA
Erni Darmayanti
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aktualisasi Butir Pancasila Ditengah Masyarakat Indonesia Dalam Pandemi: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Erni Darmayanti; Juliana; Dwi Suci Amaniarsih
Lex Justitia Vol 4 No 2 (2022): LEX JUSTITIA VOL. 4 NO.2 JULI 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.4.2.2022.150-161

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan ketakutan baru bagi seluruh masyarakat di Indonesia, sehingga masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan cepat dan menjauhi sikap egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Pada masa pandemi Covid 19, suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan ideologi kebangsaan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan ataupun ancaman tentang pandemi Covid-19 dan ideologi Pancasila diharapkan mampu menghadapi dan mengarasi ancaman pandemi Covid 19 khususnya nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila. Penelitian ini lebih memfokuskan pada landasan teori. Teknik penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat berbagai bentuk tulisan, jurnal dan buku-buku nasional. Makna butir-butir Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana Rakyat Indonesia mempunyai kepercayaan masing-masing dan agama yang berbeda-beda. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, berarti bahwa manusia harus memiliki sifat yang adil terhadap orang lain dan manusia harus memiliki adab yang baik pula terhadap orang lain. Persatuan Indonesia, yang berarti persatuan bangsa. Nilai Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, Indonesia dipimpin dengan demokrasi dalam tatanan hidup bersama. Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam artian keadilan yang dicakup adalah keadilan individu dan bersama serta sosial, sedangkan keadilan sosial bersama memiliki makna yakni untuk mencapai sesuatu yang sudah disepakati bersama agara nantinya tidak ada perpecahan atau kesalahpahaman satu dengan yang lainnya dalam mumutuskan tujuan. Covid-19 saat ini memiliki dampak yang sangat luar biasa, namun pandemi Covid-19 ini membawa dampak positif pada peningkatan pemahaman dan penerapan butir-butir Pancasila, yaitu maraknya gotong royong, memberikan bantuan sosial berupa makanan dan kebutuhan kepada yang membutuhkan. Kearifan lokal yang di punya bangsa Indonesia ini merupakan dasar penguatan Pancasila.
TINJAUAN YURIDIS PERBANDINGAN UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA OMNIBUS LAW DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN Erni Darmayanti
Lex Justitia Vol 3 No 2 (2021): LEX JUSTITIA VOL. 3 NO.2 JULI 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.3.2.2021.126-139

Abstract

Pembangunan nasional adalah upaya untuk meningkatkan segala aspek kehidupan masyarakat dengan didukung oleh pembangunan sumber daya manusia yang merupakan suatu asset yang sangat penting dalam pembangunan. Pembangunan sumber daya manusia sejalan dengan pembangunan ketenagakerjaan yang diselenggarakan atas dasar asas keterpaduan dan kemitraan, yang dalam penerapannya pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Berkaitan dengan disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang, untuk pembangunan sumber daya manusia pada saat ini, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Maka, pemerintah menganggap penting adanya Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, yang diharapkan dapat merubah struktur perekonomi yang pada akhirnya membuat perubahan terhadap semua sektor. Berdasarkan Pasal 3 RUU Cipta Lapangan Kerja, dikatakan bahwa tujuan dari dibuatnya RUU Cipta Lapangan Kerja adalah untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia secara merata. Omnibus Law menurut Audrey Obrien adalah suatu rancangan undang-undang (bill) yang mencakup lebih dari satu aspek yang digabung menjadi satu undang-undang. Penggabungkan beberapa peraturan perundang-undangan menjadi satu dalam bentuk undang-undang baru ini bertujuan mengatasi tumpang tindih regulasi dan memangkas masalah dalam birokrasi, yang dinilai mampu menghambat pelaksanaan dari kebijakan dalam pembangunan. Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja artinya Undang- Undang baru yang menggabungkan regulasi dan memangkas beberapa pasal dari undang- undang sebelumnya termasuk pasal tentang ketenagakerjaan menjadi peraturan perundang-undangan yang lebih sederhana. Beberapa manfaat dengan adanya Omnibus Law terkait Cipta Lapangan Kerja, yaitu: Penyederhanaan dan penyelarasan regulasi dan perizinan, Pencapaian investasi yang berkualitas, dan Pemberdayaan UMKM. Beberapa perbandingan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law dengan Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, yaitu tentang waktu istirahat dan cuti, upah, pesangon, jaminan social, pemutusan hubungan kerja, status kerja, jam kerja, outsourcing, dan tenaga kerja asing.
ETIKA MAHASISWA DALAM KONTEKS PANCASILA SEMENJAK ADANYA PANDEMI COVID-19 Erni Darmayanti; Kinanti Deeva Giary
Lex Justitia Vol 3 No 2 (2021): LEX JUSTITIA VOL. 3 NO.2 JULI 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.3.2.2021.178-187

Abstract

Membesarnya wabah Covid-19 di Indonesia mendorong pemerintah menerbitkan banyak kebijakan baru terkait berbagai bidang kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah kebijakan pendidikan melalui penetapan kebijakan SFH (School from Home) untuk semua jenjang pendidikan. Tetapi Tantangannya adalah tuntutan perubahan perilaku siswa dari metode pengajaran tradisional ke model pembelajaran mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam metode pengajarannya di era pandemi Covid19 sesuai kebijakan pemerintah. Penemuan ini harus segera ditindaklanjuti oleh pihak universitas untuk pengambilan keputusan, karena semester depan akan segera dimulai. Nilai-nilai Pancasila yang diterapkan pada saat ini adalah Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Persatuan Indonesia.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KREDITUR DALAM JAMINAN FIDUSIA: PANDANGAN HUKUM ISLAM Erni Darmayanti; Muhammad Ihsan; Edi Kristianta Tarigan
Lex Justitia Vol 7 No 1 (2025): LEX JUSTITIA VOL. 7 NO. 1 JANUARI 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Meningkatnya pembangunan ekonomi berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan kredit. Dalam pemberian kredit memerlukan jaminan, dan salah satu jaminan yang sering digunakan adalah jaminan fidusia. Dalam ayat Al-Qur’an jaminan berfungsi untuk memberikan hak tertentu atau merupakan bagi hasil bagi kreditur untuk dapat memperoleh kembali jumlah uang apabila debitur tidak menepati janjinya untuk melunasi pinjaman dibandingkan harus menyelesaikan di jalur pengadilan. Jaminan fidusia diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia. Dengan diundangkannya Undang-Undang Jaminan Fidusia, dimaksudkan untuk menampung kebutuhan masyarakat mengenai pengaturan Jaminan Fidusia sebagai salah satu sarana untuk membantu kegiatan usaha dan untuk memberikan kepastian hukum kepada para pihak yang berkepentingan, dan memberikan kemudahan bagi pihak yang menggunakannya, khususnya bagi Pemberi Fidusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan (library research), yaitu suatu metode penelitian yang digunakan dengan jalan mempelajari buku-buku literatur, peraturan perundangan. Perlindungan hukum jaminan fidusia bagi kreditur, antara lain perlindungan hukum bagi kreditur terhadap debitur yang wanprestasi, perlindungan hukum bagi kreditur dalam hal eksekusi obyek jaminan fidusia melalui penjualan barang jaminan, perlindungan hukum bagi kreditur dalam hal eksekusi obyek jaminan fidusia melalui penagihan kredit yang terutang, perlindungan hukum bagi kreditur dalam hal obyek jaminannya hilang atau musnah, perlindungan hukum bagi kreditur terhadap dialihkannya objek jaminan fidusia. Jaminan diatur dalam Islam sebagai Rahn Tasjily yaitu jaminan dalam bentuk barang atas utang, dengan kesepakatan bahwa yang diserahkan kepada penerima jaminan (murtahin) hanya bukti sah kepemilikannya, sedangkan fisik barang jaminan tersebut (marhun) tetap berada dalam penguasaan dan pemanfaatan pemberi jaminan (rahin).