Nur Miladiyah Rahmah
Universitas Bani Saleh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Sosialisasi Standar Asuhan Keperawatan Dengan 3s (Sdki, Slki, Siki) Diagnosa Anemia Di Ruang Azalea Rsud Dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Nur Miladiyah Rahmah; Anyndita Ayu Ramadhona
FKF Vol 1 No 01 (2024): JHPS. Maret 2024
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan salah satu bentuk bukti kinerja perawat. Diagnosis yang didokumentasikan dalam proses keperawatan masih perlu dievaluasi karena masih ada perbedaan dalam cara merumuskan masalah, yang disebabkan oleh perbedaan dalam pendidikan perawat, pengetahuan perawat, dan bahkan perbedaan dalam standar referensi yang digunakan. Dapat menerapkan implementasi standar perawatan dengan 3S dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan perawatan keperawatan secara profesional dan optimal di ruang Azalea RS dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Desain penelitian menggunakan Quasi-Eksperimen: desain pre-post test satu kelompok yang terdiri dari 1 kelompok, yaitu kelompok intervensi. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Ruang Azalea RS dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Sampel terdiri dari 5 perawat. Sosialisasi penerapan penerapan perawatan keperawatan dengan 3S di ruang Azalea menunjukkan hasil selisih rata-rata sebelum dan setelah sosialisasi sebesar 0,8 yang menunjukkan peningkatan pengetahuan perawat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan perawat mengenai penerapan dokumentasi keperawatan menggunakan 3S.
Penerapan Prinsip Enam Benar Pemberian Obat Pada Perawat Di Ruang Intensive Care Unit (Icu) Rsud Dr Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi Nur Miladiyah Rahmah; Gina Sonia
FKF Vol 1 No 01 (2024): JHPS. Maret 2024
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan dalam pemberian obat masih banyak terjadi akibat adanya human error sehingga keselamatan pasien dalam hal pemberian obat perlu diperhatikan guna menghindari timbulnya kerugian yang dapat dialami pasien. Namun semua perawat melaksanakan prinsip enam benar dengan baik. Karya ilmiah ini bertujuan penerapan prinsip enam benar dalam pemberian obat kepada pasien di ruang ICU RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Praktik keperawatan berbasis bukti dengan pendekatan praktik keperawatan berbasis bukti dengan menerapkan metode ‘meninjau kembali’ pada perawat, dengan dilakukan pengukuran nilai pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan metode ‘meninjau kembali’ selama 3 hari. Nilai pengetahuan perawat terkait penerapan prinsip enam benar sebelum dilakukan kegiatan ‘meninjau kembali’ memiliki nilai rata-rata sebesar 41,8 dan nilai sesudah dilakukan kegiatan ‘meninjau kembali’ memiliki nilai rata-rata 46,2. Perawat memiliki peningkatan nilai terkait penerapan prinsip enam benar pemberian obat setelah dilakukan metode kegiatan ‘meninjau kembali’. Perawat menerapkan prinsip enam benar yang dilakukan oleh perawat untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pemberian obat yang terjadi di ruangan.
HUBUNGAN PENERAPAN BUNDLE PHLEBITIS DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS DI RUMAH SAKIT X BEKASI Titik Sukamti; Nur Miladiyah Rahmah; Muftadi Muftadi
FKF Vol 1 No 02 (2024): JHPS. September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs) di Indonesia masih tinggi, dengan flebitis sebagai salah satu jenis yang paling umum. Di Provinsi Jawa Barat, prevalensi flebitis mencapai 2,2%, menunjukkan perlunya perhatian lebih besar dalam mencegah komplikasi yang terkait dengan pemasangan kateter intravena.Tujuan: Untuk menentukan korelasi antara implementasi paket perawatan flebitis dan kejadian flebitis. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan analitis dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan. Populasi terdiri dari 95 perawat yang menerapkan protokol di Ruang X, dengan total sampel 34 responden yang dipilih melalui sampling purposif. Alat yang digunakan adalah lembar observasi implementasi paket perawatan flebitis dan lembar observasi insidensi flebitis, keduanya diuji menggunakan uji kappa dan menghasilkan hasil 1.000, dikategorikan sebagai excellent. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden (88,2%) mematuhi implementasi paket perawatan flebitis dan 88,2% pasien tidak mengalami flebitis. Uji Chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,003 (p ≤ 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara implementasi paket perawatan flebitis dan insidensi flebitis. Kesimpulan: Terdapat korelasi signifikan antara implementasi paket perawatan flebitis dan insidensi flebitis. Implementasi optimal paket perawatan flebitis dapat menjadi strategi penting untuk mengurangi insidensi flebitis dan meningkatkan kualitas perawatan keperawatan, terutama pada pasien yang menjalani terapi intravena.