Yuniske Penyami
(SINTA ID: 6785415) Dept. of Nursing, Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Peran Kader Posyandu Melalui Pembuatan Media Edukasi Keluarga Sehat Bebas Anemia Pada Ibu Hamil Di Kelurahan Bendan Kergon Kota Pekalongan Maslahatul Inayah; Suryo Pratikwo; Tri Anonim; Yuniske Penyami; Sri Utami Dwiningsih
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12401

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9% (menurut Kemenkes RI tahun 2019). Dampak anemia pada ibu hamil dapat diamati dari besarnya angkat kesakitan dan kematian maternal, peningkatan angka kesakitan dan kematian janin, serta peningkatan resiko terjadinya berat badan lahir rendah. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit anemia pada ibu hamil menjadi satu permasalahan dalam pemberian dukungan terhadap klien anemia pada ibu hamil.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan di laksanakan pada kelompok sasaran kader posyandu sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah ceramah , tanya jawab , demontrasi serta pembuatan video penyuluhan yang di lakukan oleh kader.Metode: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi 2 (dua) tahap yaitu tahap pertama tanggal 20 Juli 2024 dan tahap kedua 3 Agustus 2024. Kegiatan yang di lakukan pada tahap pertama tanggal 20 Juli 2024 adalah dengan pemberian materi dengan tema peran kader posyandu dalam pencegahan anemia pada kehamilan dan teknik penyuluhan kesehatan bagi kader. Kegiatan pada tahap kedua tanggal 3 Agustus 2024 adalah para kader melakukan praktik penyuluhan kesehatan dengan tema anemia dalam kehamilan, dari 15 peserta di pilih 3 orang kader yang terbaik dalam memberikan penyuluhan kesehatan. Kader yang terpilih sebagai peserta terbaik  membuat video penyuluhan kesehatan secara langsung dengan ibu hamil di wilayah posyandunya masing-masing.Hasil: Peningkatan peran kader kader kesehatan melalui media edukasi dalam mencegah anemia dalam kehamilan. Kader sebagai ujung tombak penggerak kesehatan di masyarakat perlu dilakukan peningkatan peran kader dalam berbagai kegiatan kesehatan di masyarakat dapat berjalan dengan optimal.Kata kunci: Peran Kader, Media Edukasi, Anemia Pada Ibu Hamil
KOLABORASI INTERPROFESI DALAM TATA LAKSANA 5 PILAR MANAJEMEN DIABETES MELITUS Yuniske Penyami; Maslahatul Inayah; Sudirman; Supriyo
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi global diabetes diperkirakan mencapai lebih dari 400 juta orang, dengan angka tersebut diperkirakan terus meningkat. Indonesia berada di uruta ke-5 dengan penderita diabetes tertinggi di dunia. Terdapat 5 pilar penalaksanaan DM meliputi: edukasi, terapi nutrisi medis, latihan jasmani, terapi farmakologi dan pemantauan glukosa darah sendiri. Pemberdayaan keluarga menjadi krusial untuk dilakukan karena pasien DM membutuhkan perawatan jangka panjang bahkan sepanjang kehidupannya. Metode: Kegiatan pengabdian Masyarakat bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga pasien dan pasien dengan DM. Adapun kegiatan meliputi edukasi, pelatihan dan konsultasi untuk meningkatkan pengetahuan, kapatuhan berkaitan dengan 5 pilar penanganan DM. Kegiatan pendampingan dilakukan selama 1 minggu dengan menggunakan pedoman asuhan keperawatan keluarga. Hasil: Edukasi dan intervensi promotif-preventif yang dilakukan secara terstruktur dan lintas profesi mampu meningkatkan pengetahuan peserta sebanyak 80%, mendorong perubahan perilaku dalam kepatuhan minum obat, perbaikan pola makan, dan peningkatan aktivitas fisik. Peran keluarga juga mengalami penguatan sebagai pendamping aktif dalam manajemen penyakit DM. Kesimpulan: Kolaborasi interprofessional menjadi faktor penentu utama keberhasilan terlaksananya upaya 5 pilar penanganan diabetes melitus. Keluarga menjadi mitra utama bagi profesi kesehatan untuk penanganan DM. Hanya saja perlu menjadi pembelajaran lebih lanjut pentingnya indikator atau pengukuran variabel yang relevan bagi masing-masing profesi dalam menilai keberhasilan kegiatan pendampingan selanjutnya. Kata kunci: IPC, DM, 6 pilar penanganan