Latar Belakang: Menstruasi yang cenderung disertai nyeri (dismenore) adalah kondisi yang terus dialami banyak wanita sejak masa remaja hingga dewasa. Masih dibutuhkan pengembangan lebih lanjut dalam terapi non-farmakologis untuk dijadikan pilihan pengobatan alternatif. Salah satu inovasi yang menjanjikan adalah penggunaan sabuk listrik, yang dirancang untuk memberikan sensasi menenangkan dan meningkatkan sirkulasi darah. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis efek dan efektivitas penggunaan sabuk listrik dibandingkan dengan penggunaan parasetamol pada remaja putri di Sekolah Kejuruan Kesehatan Bhakti Kencana Garut.Metode: Penelitian ini disusun sebagai investigasi kuasi-intervensional yang menggunakan kerangka kohort perbandingan yang dialokasikan secara non-acak. Partisipan penelitian terdiri dari 100 remaja putri yang diidentifikasi mengalami ketidaknyamanan menstruasi primer ringan antara tanggal 5 Juli dan 8 Agustus 2025. Partisipan dipisahkan menjadi dua kelompok: kohort pengobatan (sabuk pemanas listrik dikombinasikan dengan parasetamol) dan kohort perbandingan (parasetamol saja). Intensitas nyeri dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Skala Peringkat Numerik (NRS). Pemeriksaan statistik dari informasi yang dikumpulkan menerapkan uji Mann–Whitney bersama dengan skor N-gain.Hasil: Setiap kelompok dipastikan menunjukkan penurunan substansial dalam besarnya ketidaknyamanan (p 0,001). Meskipun demikian, kelompok terapi diamati menunjukkan penurunan yang lebih signifikan pada indeks Kontinum Penilaian Numerik rata-rata dibandingkan dengan kelompok pembanding (0,48 ± 0,58 versus 0,78 ± 0,68; p = 0,024). Kemajuan relatif, yang dinilai melalui indeks Pertumbuhan Standar, ditentukan lebih tinggi dalam kelompok terapi, menunjukkan adanya manfaat pereda nyeri yang lebih intensif.Kesimpulan: Kombinasi sabuk elektrik dan parasetamol dianggap memberikan pengurangan tambahan yang sederhana namun signifikan secara statistik pada nyeri dismenore primer ringan dibandingkan dengan penggunaan parasetamol saja. Meskipun besarnya perbedaan klinis dianggap relatif kecil, pendekatan multimodal ini diyakini telah berfungsi sebagai strategi pelengkap yang mudah diakses untuk meningkatkan kenyamanan dan berpotensi mengurangi kebutuhan akan asupan analgesik berulang di kalangan remaja.Saran: Studi acak berskala besar lebih lanjut direkomendasikan untuk memperkuat bukti yang ada dan mendukung penerapannya sebagai strategi manajemen nyeri pelengkap. Kata kunci: Dismenore Primer Ringan, Parasetamol, Remaja Perempuan, Sabuk Elektrik ABSTRACT Background: Menstruation that tends to have been accompanied by pain (dysmenorrhea) is a condition that many women continue to have experienced from their teenage years into adulthood. There still have to have been further developments in non-pharmacological therapies to have served as alternative treatment options. One promising innovation is the use of an electric belt, which is designed to have provided a soothing sensation and to have improved blood circulation.Objective: This study aimed to have analyzed the effect and effectiveness of using an electric belt compared to have using paracetamol for adolescent girls at Bhakti Kencana Garut Health Vocational School.Methods: This inquiry was structured as a quasi-interventional investigation employing a non-randomly allocated comparison cohort framework. The research participants comprised 100 teenage females identified as experiencing mild primary menstrual discomfort between July 5 and August 8, 2025. The participants were separated into two groups: a treatment cohort (electric heating belt combined with paracetamol) and a comparison cohort (paracetamol alone). Pain intensity was evaluated before and after the intervention using the Numerical Rating Scale (NRS). Statistical examination of the collected information applied the Mann–Whitney test along with the N-gain score.Results: Each assembly was ascertained to have manifested an inferentially substantive diminution in discomfort magnitude (p 0.001). Notwithstanding, the therapeutic assembly was observed to have demonstrated a more accentuated decrease in the mean Numerical Appraisal Continuum indices in comparison with the contrasting assembly (0.48 ± 0.58 versus 0.78 ± 0.68; p = 0.024). The relative progression, appraised through the Standardized-Growth index, was determined to have been more elevated within the remedial grouping, denoting the presence of an intensified pain-alleviating merit.Conclusion: The combination of an electric belt and paracetamol is considered to have provided a modest yet statistically significant additional reduction in mild primary dysmenorrhea pain compared to have using paracetamol alone. Although the clinical magnitude of the difference is regarded to have been relatively small, this multimodal approach is believed to have served as an accessible complementary strategy to have enhanced comfort and to have potentially reduced the need for repeated analgesic intake among adolescents.Suggestions: Further large-scale randomized studies are recommended to have strengthened the existing evidence and to have supported its application as a complementary pain management strategy. Keywords: Mild Primary Dysmenorrhea, Paracetamol, Adolescent Girls, Electric Belt