Manajemen kurikulum merupakan suatu sistem perencanaan yang mencakup penentuan isi, tujuan, dan capaian yang hendak diwujudkan oleh satuan pendidikan. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, manajemen kurikulum bahasa Inggris menjadi penting mengingat statusnya sebagai mata pelajaran wajib. Penguasaan bahasa Inggris secara akurat dan fasih membuka peluang bagi peserta didik untuk berkomunikasi, bertukar gagasan, serta membangun jejaring dalam lingkup pendidikan dan profesional di tingkat global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum Program Bahasa Inggris dalam kerangka implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan melalui Sanggar Bahasa Internasional (SBI) di MA Bilingual Junwangi Krian. Kajian difokuskan pada empat fungsi utama manajemen kurikulum, yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus yang bersifat deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama penanggung jawab program, guru bahasa Inggris, dan peserta didik, observasi nonpartisipatif, serta telaah dokumen terkait rancangan dan pelaksanaan kurikulum. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menelusuri keterkaitan antar fungsi manajemen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum Program Bahasa Inggris diarahkan pada pengembangan kompetensi kebahasaan dan pembentukan karakter peserta didik yang sejalan dengan nilai-nilai serta visi madrasah. Pengorganisasian kurikulum difokuskan pada penguatan keterampilan berbahasa dan pengembangan potensi peserta didik. Pelaksanaan kurikulum diintegrasikan ke dalam Kurikulum Nasional dan lingkungan pesantren melalui pembiasaan berbahasa serta berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Sementara itu, evaluasi kurikulum dilakukan secara formatif dan sumatif melalui sistem penilaian yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum Program Bahasa Inggris melalui Sanggar Bahasa Internasional berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kompetensi berbahasa peserta didik. Meskipun demikian, diperlukan penguatan dalam aspek pengendalian dan evaluasi guna menjamin keberlanjutan serta efektivitas program dalam kurun waktu lama.