Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Inquiry Learning berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 07 Rantau Selatan. Model inquiry learning dipadukan dengan unsur-unsur kearifan lokal sebagai pendekatan pembelajaran kontekstual yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain Non-equivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan berupa wawancara, tes (pre-test dan post-test berupa 25 soal pilihan ganda), dan dokumetasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN 07 Rantau Selatan, yang terdiri 2 kelas yaitu kelas VA yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis (Independent Sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajarab Inquiry Learning secara signifikan meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. Nilai signifikan uji statistik sebesar 0,000 (p < 0,05) menegaskan adanya pengaruh positif model ini. Rata-rata nilai post-test pada kelas eksperimen (83,59) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (61,40), dan distribusi nilai pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran Inquiry Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V di SDN 07 Rantau Selatan.