Titin Kartini, Titin Kartini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI AGENCY THEORY DALAM MENGUKUR NILAI PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INFRASTRUKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024) Titin Kartini, Titin Kartini; Iskandar, Fatimah Nurjannati; Nawangwulan, Irma
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/varzem91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Agency Theory dalam mengukur nilai perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Fokus penelitian diarahkan pada pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan, yaitu kepemilikan institusional dan komisaris independen, terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q. Penelitian menggunakan pendekatan explanatory research dengan metode kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 46 perusahaan sektor infrastruktur yang dipilih melalui teknik purposive quota sampling berdasarkan ketersediaan dan kelengkapan data selama periode pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan model random effect, disertai uji asumsi klasik, uji simultan (uji F), dan uji parsial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kepemilikan institusional dan komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara parsial, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisme Good Corporate Governance berperan penting dalam meminimalkan konflik keagenan dan meningkatkan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan sektor infrastruktur.   
PENGARUH RISIKO KEUANGAN YANG DIPROKSIKAN OLEH NON-PERFORMING LOAN (NPL), BEBAN OPERASIONAL TERHADAP PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO), LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR), DAN NET INTEREST MARGIN (NIM) TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) PADA BANK UMUM DI INDONESIA PERIODE 2020–2024 Titin Kartini, Titin Kartini; Buchory, Herry Achmad
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/dpzpqe05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko keuangan yang diproksikan oleh Non-Performing Loan (NPL), Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Net Interest Margin (NIM) terhadap kinerja keuangan perbankan yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) pada bank umum di Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan explanatory research dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 23 bank sebagai sampel penelitian. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan Random Effect Model, serta didukung oleh uji asumsi klasik, uji simultan (uji F), dan uji parsial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan NPL, BOPO, LDR, dan NIM berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara parsial, masing-masing variabel risiko keuangan tersebut juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap ROA. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan risiko kredit, efisiensi operasional, likuiditas, dan kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan bunga bersih merupakan faktor kunci dalam meningkatkan profitabilitas perbankan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur manajemen risiko perbankan serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen bank dan regulator dalam merumuskan kebijakan pengelolaan risiko keuangan yang berkelanjutan.