Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kedudukan Rasm Al-Qur'an dalam Penjagaan Bacaan dan Keseragaman Teks Mushaf Nurchalisa; Nasrullah Bin Sapa; Muhammad Amin Sahib
Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Transformasi Hukum Islam dalam Konteks Sosial Kontemporer
Publisher : Pusat Studi Hukum Islam (PSHI) YPI Shafal 'Ulum Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/alqawanin.v2i2.07

Abstract

Istilah Rasm al-Qur’an ini diartikan sebagai kaidah-kaidah penulisan dalam penulisan al-Qur’an pada masa khalifah Utsman bin Affan dan para sahabat. Penggunaan rasm al-Qur’an, khususnya rasm ʿUthmānī, memiliki tujuan yang  sangat mendasar dan strategis dalam sejarah penyebaran Al-Qur’an. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga keseragaman, keautentikan, dan kemurnian teks al-Qur’an sehingga setiap salinan al-Qur’an yang dibaca di berbagai wilayah umat Islam tetap konsisten. Ada perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai status hukum rasm al-Qur’an, tetapi sebagian besar sepakat bahwa rasm ʿUthmānī wajib dipertahankan dalam mushaf. Perbedaan muncul terutama terkait apakah rasm itu bersifat wajib dibaca persis seperti tertulis atau hanya sebagai pedoman tulisan bagi qira’at yang sahih. Sebagian ulama menekankan bahwa rasm ʿUthmānī memiliki status hukum yang kuat karena merupakan bentuk resmi mushaf yang ditetapkan oleh Khalifah Utsman bin Affan untuk menjaga keseragaman teks.