Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Basis Pendidikan Pesantren sebagai Fondasi Pengembangan Jaringan Intelektual Muslim di Nusantara Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Kusbiantoro, Handaru; Khafidoh, Khafidoh; Firdosi, Akh Fad; Syafiq, Ahmad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5283

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki kontribusi strategis dalam pembentukan jaringan intelektual Muslim di Nusantara. Karakter pendidikan pesantren yang berbasis pada transmisi ilmu, internalisasi nilai-nilai akhlak, serta relasi kiai–santri telah melahirkan generasi intelektual yang berpengaruh dalam sejarah sosial-keagamaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis basis pendidikan pesantren sebagai landasan pengembangan jaringan intelektual Muslim di Nusantara serta menjelaskan bagaimana pola pendidikan pesantren menghasilkan jaringan ulama yang bersifat organik, hierarkis, dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan kajian kepustakaan (library research) dengan analisis historis dan sosiologis. Hasil menunjukkan bahwa sistem pendidikan berbasis talaqqi, sanad keilmuan, kurikulum kitab kuning, kepemimpinan karismatik kiai, dan tradisi rihlah ilmiah merupakan fondasi utama terbentuknya jaringan intelektual pesantren. Jaringan tersebut telah membentuk struktur otoritas keilmuan yang berpengaruh luas terhadap pembentukan tradisi Islam moderat di Indonesia. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan basis pendidikan pesantren menjadi keharusan untuk menjaga keberlanjutan intelektual Islam Nusantara di era modern.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan basis pendidikan pesantren menjadi keharusan untuk menjaga keberlanjutan intelektual Islam Nusantara di era modern, sekaligus menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam, sumber legitimasi intelektual, serta pilar penting dalam menjaga moderasi Islam yang berakar pada budaya lokal.