Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Zakat terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara-Negara OKI: Peran Moderasi Kualitas Institusi dan Tantangan Digitalisasi dalam Ekonomi Syariah La Himmah il Princess Choris; Arva Athallah Susanto; Sulistya Rusgianto; Tika Widiastuti
SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2026): SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah
Publisher : STEI Kanjeng Sepuh Gresik Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59636/saujana.v8i1.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh zakat terhadap pertumbuhan ekonomi per kapita di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan mempertimbangkan kualitas institusi sebagai variabel moderasi. Menggunakan data panel lintas negara selama periode 2003–2022 dan pendekatan regresi panel Tobit, penelitian ini menemukan bahwa zakat tidak memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi secara langsung. Namun, ketika dikombinasikan dengan kualitas institusi (INSQ), zakat menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan. Sebaliknya, kualitas institusi sendiri menunjukkan pengaruh yang bervariasi, bahkan negatif dalam jangka pendek, yang mungkin disebabkan oleh biaya adaptasi reformasi institusional. Temuan ini mengindikasikan bahwa zakat paling efektif ketika dijalankan dalam konteks kelembagaan yang sedang berkembang. Selain itu, efektivitas pemerintah dan integritas lembaga memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan, sementara rule of law menunjukkan dampak negatif dalam jangka pendek. Penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi strategis antara instrumen fiskal Islam dan tata kelola yang baik untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di negara-negara Muslim.
Ekonomi Dunia dalam Tinjauan Teori Realitas Terintegrasi (IRT): Dari Akumulasi Entropi Menuju Keseimbangan Global M. Shoim; La Himmah il Princess Choris
Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL RISET EKONOMI DAN AKUNTANSI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jrea-itb.v4i2.3932

Abstract

The contemporary global economy faces a profound paradox: global Gross Domestic Product (GDP) growth and technological innovation are reaching all-time highs, yet inequality, climate crisis, and geopolitical instability are simultaneously worsening. This article employs Integrated Reality Theory (IRT) as an analytical framework to diagnose the systemic roots of this paradox. By mapping the global economy onto five IRT variables—Energy (E), Information (I), Entropy (S), Consciousness (C), and Evolution (v)—this article demonstrates that the world's economic architecture is experiencing a fundamental disequilibrium: exponential growth in E and I is not matched by adequate management of S. The accumulation of entropy, manifested in three dimensions—global debt, ecological degradation, and social polarization—has reached a critical point where every addition of energy and information only exacerbates systemic instability. This article offers a paradigmatic reorientation through the enhancement of C as the primary strategy for reducing S, while proposing the policy framework of Techno-Spiritual Based Developmentalism (TSBD) as a middle path between market fundamentalism and state fundamentalism. The function Φ = (E × I / S) × C is treated as a heuristic model for diagnosis, not a deterministic law. IRT opens the possibility for developing an economic model that integrates material efficiency, ecological sustainability, and ethical reflexivity into a unified systemic framework.