Motivasi belajar siswa sekolah dasar memiliki peran penting dalam keberhasilan pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), terutama di sekolah pedesaan yang sering menghadapi keterbatasan sarana dan kondisi lingkungan yang menantang. Guru dituntut untuk menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang digunakan guru PJOK dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, mendeskripsikan proses implementasinya dalam pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitas strategi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang memungkinkan peneliti menggali makna pengalaman mengajar guru PJOK secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan tiga guru PJOK di Sekolah Dasar Negeri Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi seperti pendekatan permainan, penggunaan media sederhana dan alat modifikasi, pemberian Reward, variasi metode, dan diferensiasi pembelajaran. Implementasi strategi dilakukan secara terstruktur mulai dari perencanaan, apersepsi, demonstrasi, pengelolaan lapangan, pemberian umpan balik, hingga refleksi penutup. Faktor pendukung pembelajaran meliputi antusiasme siswa, dukungan sekolah, dan pengalaman guru, sedangkan hambatannya mencakup keterbatasan sarana, cuaca, heterogenitas siswa, dan jumlah siswa yang besar. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kreativitas dan fleksibilitas guru PJOK dalam menciptakan pembelajaran yang memotivasi dan kontekstual, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pembelajaran PJOK di sekolah dasar pedesaan.