Masalah kesehatan di komunitas perkotaan dan semi-perkotaan, seperti di Desa Sidorejo, Kabupaten Tuban, menunjukkan peningkatan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Gaya hidup tidak sehat, pola makan yang buruk, dan rendahnya kesadaran akan pencegahan penyakit merupakan penyebab utamanya. Faktanya, Indonesia memiliki potensi tanaman obat (TOGA) yang secara ilmiah terbukti bermanfaat dalam pengelolaan kesehatan. Sayangnya, keterampilan masyarakat dalam menanam TOGA masih terbatas. Kegiatan pelayanan masyarakat ini menawarkan solusi melalui penerapan sistem hidroponik otomatis berbasis mikrokontroler dengan sensor (suhu, kelembapan, pH) dan aktuator (pompa, layar) yang terintegrasi dengan Internet of Things untuk memudahkan perawatan tanaman tanpa intervensi manual. Metode kegiatan meliputi survei, desain sistem, serta edukasi TOGA bagi 40 peserta dari berbagai elemen masyarakat Desa Sidorejo. Selain menghasilkan prototipe hidroponik rumah tangga, kegiatan ini berhasil meningkatkan antusiasme dan kesadaran warga terhadap kesehatan preventif untuk mencegah hipertensi dan diabetes. Program ini berpotensi menjadi model kolaborasi teknologi-kesehatan yang dapat direplikasi di wilayah perkotaan lainnya.