Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respons Hukum Islam Terhadap Banjir Bandang Aceh dan Sumatera: Analisis Tarjih Muhammadiyah, Bahtsul Masail NU, dan Fatwa MUI Nurhuda, Abid; Huda, Ali Anhar Syi'bul; Pranoto , Ahmad Hadi; Al Anang , Arif; Ismail , Muhammad Faqihuddin
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 2 No. 1 (2026): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.2.1.67

Abstract

Artikel ini mengkaji respons hukum Islam terhadap fenomena banjir bandang yang berulang di wilayah Aceh dan Sumatera dengan menelaah secara komparatif pandangan Tarjih Muhammadiyah, Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Banjir bandang dipahami bukan semata sebagai peristiwa alam, melainkan sebagai krisis ekologis-sosial yang memiliki implikasi hukum, etika, dan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-normatif dengan metode analisis doktrinal, komparatif, dan kontekstual terhadap dokumen resmi ketiga lembaga keagamaan tersebut, serta dikaitkan dengan data empiris kebencanaan di Aceh dan Sumatera. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun berbeda secara metodologis (Muhammadiyah dengan pendekatan maqāṣid berbasis data ilmiah, NU dengan fikih sosial dan maslahat kontekstual, serta MUI dengan ijtihad jama‘i dan maslahat kebangsaan), ketiganya memiliki titik temu kuat pada prinsip perlindungan jiwa, tanggung jawab ekologis, dan kewajiban kolektif dalam mitigasi serta pemulihan pascabencana. Artikel ini menegaskan bahwa hukum Islam kontemporer memiliki fleksibilitas epistemologis untuk merespons krisis ekologis secara integratif, serta berpotensi menjadi kerangka normatif yang transformatif dalam penanggulangan bencana berbasis keadilan lingkungan dan kemaslahatan publik.
The Legal-Ethical Risks of Paylater Promotions in Food Purchases: Consumer Protection and Wafā’ bi al-ʿUqūd Nia Nur Azqia, Ahzun; Huda , Nurul; Al Anang , Arif
Al-Risalah VOLUME 26 NO 1, MAY (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.vi.65168

Abstract

The development of Buy Now Pay Later (BNPL) services in Indonesia functions not only as a payment method but also as a promotional strategy in the consumption sector. One example is the Rp1 food voucher promotion at Mie Gacoan outlets, which requires the use of YUP PayLater. This study aims to analyze the practice from the perspectives of consumer protection law and the principle of wafā’ bi al-‘uqūd (fulfillment of contracts). The research employs a qualitative method with a juridical-normative and conceptual approach through library research and analysis of documented promotional materials published in online media.The findings reveal two main points. First, the promotional materials prominently display the discount value without explicitly stating that PayLater constitutes a digital financing facility that creates deferred payment obligations. Second, no concise explanation is provided regarding the contractual mechanism, potential additional charges, or consequences of late payment in the promotional media, resulting in an information imbalance between business actors and consumers. This situation indicates that transparency requirements and contractual clarity have not been optimally fulfilled. The study recommends strengthening disclosure standards in promotional practices and enhancing consumer contractual literacy in PayLater transactions.