Romadhon, Ahmad Isna Fatkhur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menjembatani Teknologi dan Kelembagaan Desa: Analisis Literatur IoT Pertanian dan Peran BUMDes dalam Inovasi Digital Romadhon, Ahmad Isna Fatkhur; Safitri, Dini Luki Mulya; Deta, Utama Alan
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n2.p63-69

Abstract

Digitalisasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) berkembang pesat, namun keberlanjutan implementasinya di kawasan pedesaan masih menghadapi tantangan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tren implementasi IoT dalam pertanian desa, (2) menganalisis tantangan teknis dan tata kelola, serta (3) mensintesis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola inovasi digital pertanian. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 50 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Proses pencarian dilakukan pada September–November 2025 melalui basis data Google Scholar, DOAJ, Scopus, dan ResearchGate menggunakan kata kunci: “Internet of Things agriculture”, “IoT irrigation system”, “smart farming village”, “digital agriculture governance”, dan “BUMDes and digital innovation”. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi terkait relevansi topik, kualitas publikasi, dan keterkaitan dengan konteks pedesaan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mayoritas penelitian berfokus pada sistem irigasi cerdas berbasis sensor kelembaban tanah dengan efisiensi penggunaan air 30–40%. Namun, sebagian besar studi berhenti pada tahap prototipe dan belum membahas model tata kelola pasca-implementasi. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara inovasi teknis dan kesiapan kelembagaan desa. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi IoT di desa sangat bergantung pada model tata kelola kolektif. BUMDes berpotensi berperan sebagai operator sistem, agregator pembiayaan, dan pengelola data pertanian desa. Penelitian ini merekomendasikan model integrasi IoT berbasis kelembagaan desa untuk memastikan keberlanjutan, inklusivitas, dan dampak sosial-ekonomi jangka panjang.
Analisis Penerapan Irigasi Pintar Berbasis IoT Sebagai Upaya Optimalisasi Pemberdayaan BUMDes Dinas PMD Sidoarjo Alda, Munshif; Romadhon, Ahmad Isna Fatkhur; Rahayu, Sih Suwitaning; Deta, Utama Alan
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n2.p54-62

Abstract

Permasalahan distribusi air pertanian yang belum efisien masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat desa di Kabupaten Sidoarjo dan berdampak pada rendahnya produktivitas serta pemborosan sumber daya air. Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) membuka peluang penerapan sistem irigasi pintar yang mampu mengatur aliran air secara lebih terukur dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja teknis sistem irigasi pintar berbasis IoT sebagai langkah awal dalam mendukung optimalisasi pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di bawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dipadukan dengan Research and Development (R&D) melalui model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengujian dilakukan secara terkontrol dengan mengukur waktu aliran air, volume air, dan debit air menggunakan stopwatch dan gelas ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aliran air berpengaruh langsung terhadap volume air yang dihasilkan. Pada kondisi kontrol, volume air meningkat secara bertahap seiring bertambahnya waktu aliran dalam rentang yang relatif sempit, sedangkan pada kondisi manipulasi peningkatan waktu aliran yang lebih besar menghasilkan volume air yang lebih tinggi dibandingkan kondisi kontrol. Secara umum, peningkatan waktu aliran berbanding lurus dengan peningkatan volume air, meskipun pada durasi tertentu terjadi kecenderungan penurunan debit. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaturan waktu dan laju aliran air memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi air pertanian. Secara keseluruhan, sistem irigasi pintar berbasis IoT yang dikembangkan telah berfungsi sesuai prinsip dasar aliran fluida dan layak digunakan sebagai evaluasi teknis awal sebelum implementasi lebih luas melalui skema pemberdayaan BUMDes. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan lanjutan guna mendukung sistem pertanian desa yang lebih efisien dan berkelanjutan.