Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Partisipasi Civitas Akademika Dalam Penguatan Jaring Pengaman Sosial Melalui Penyaluran Bahan Pokok Di Pangandaran: Penelitian Ivan Dicksan; Agus Fatah Hidayat; Arifah Rosmajudi; Astri Siti Fatimah; Ari Ramdani; Ishak Kusnandar; Basuki Rahmat; Dedi Zafar Mutaqin; Kiki Hartati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5667

Abstract

Kondisi ekonomi masyarakat pesisir di Pangandaran sangat fluktuatif karena ketergantungan pada sektor pariwisata dan perikanan, yang menyebabkan kelompok rentan seperti buruh nelayan dan pekerja informal dapat mengalami kerentanan pangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat jaring pengaman sosial melalui partisipasi aktif civitas akademika dalam penyaluran bahan pokok. Metode pelaksanaan meliputi tahapan analisis situasi, pemetaan warga rentan secara partisipatif, mobilisasi sumber daya melalui donasi internal kampus, hingga distribusi bantuan secara langsung di wilayah Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sinergi antara dosen dan mahasiswa mampu menyalurkan paket bahan pokok secara tepat sasaran kepada kelompok buruh nelayan, lansia, dan pekerja informal yang terdampak penurunan pendapatan. Secara substansial, bantuan ini efektif bertindak sebagai bantalan ekonomi (economic buffer) yang mereduksi pengeluaran konsumsi harian rumah tangga sebesar 20-30% selama masa sulit. Simpulan dari kegiatan ini adalah partisipasi civitas akademika tidak hanya memberikan dampak materiil bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan empati mahasiswa terhadap realitas sosial. Program ini merekomendasikan adanya transisi dari bantuan bersifat karitatif menuju pemberdayaan ekonomi mandiri yang berkelanjutan.
Analysis of Public Service Quality in the Regional Technical Implementation Unit (UPTD) of Cigalontang Community Health Center, Cigalontang District, Tasikmalaya Regency Sartika; Agus Fatah Hidayat; M. Ikrar Budijaya
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v24i1.1052

Abstract

Public service is a vital component of governance, ensuring that the basic needs of the community are met effectively and with high quality. This study aims to analyze the quality of public service at the Cigalontang Community Health Center (UPTD), Tasikmalaya Regency, prompted by the gap between the services provided by the health center and the community’s expectations. The focus of this study is based on six dimensions of service quality according to Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambela, namely transparency, accountability, conditionality, participation, equality of rights, and the balance of rights and obligations. The method used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through observation, documentation study, and in-depth direct interviews with 14 informants consisting of service providers and recipients. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that, in general, the quality of public services at the Cigalontang Community Health Center (UPTD Puskesmas) is quite good and in accordance with Standard Operating Procedures (SOPs), particularly regarding accountability, responsiveness, and the fulfillment of equal rights without discrimination. However, several challenges remain, such as a lack of transparency regarding service procedures, limited facilities and infrastructure—such as waiting rooms and parking spaces—as well as inconsistent staff attitudes in providing courteous service. The study’s conclusions indicate that while minimum service standards have been met, improvement efforts are still necessary, particularly in enhancing facilities and infrastructure and optimizing the dissemination of information to the public to maximize service satisfaction.