Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dialektika Fenomenologis dan Rasionalitas Bertahan Hidup: Memaknai Kemiskinan pada Keluarga Miskin di Semampir, Surabaya Agustin, Dewien Nabielah; Putri, Rizky Trisna; Pertiwi, Juliana Bulan
Jurnal Salingka Nagari Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Salingka Nagari
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the meaning of poverty from the perspective of poor families using a phenomenological approach. The government has defined poverty in various ways, using indicators from the Central Statistics Agency (BPS) and other institutions. Seven key informants participated in this study, all of whom had at least ten years of experience as poor families in Semampir, Surabaya. This study found that poverty forces the poor in Semampir to survive because they have no other options. The analysis shows that their vulnerability and powerlessness enable poor families to engage in a phenomenological dialectic, enabling them to survive with existing resources and jobs to meet daily needs despite facing many limitations. Kinship and employment bridge the gap. Savings or setting aside income serve as a benchmark for rationalizing what they must do to meet family needs. And the results of the data analysis indicate that limitations in how they can and how to survive are a strong reason for the inability of poor families to manage their finances.
EKSTRAKSI, KERJA PERAWATAN, DAN INVISIBILITAS GENDER: KAJIAN FEMINIS INTERSEKSIONAL ATAS PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI INDUSTRI EKSTRAKTI Pertiwi, Juliana Bulan; Ridwan, Ahmad; Agustin, Dewien Nabielah
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026 (Inprogress)
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v5i1.206

Abstract

Eksploitasi dan ketimpangan gender terhadap perempuan tidak hanya terjadi dalam sektor industri konvensional, tetapi juga dalam praktik pengelolaan lingkungan sehari-hari, seperti pengelolaan sampah. Dalam perspektif feminisme interseksional, pengelolaan sampah dapat dipahami sebagai praktik industri ekstraktif non-material yang bergantung pada kerja perawatan perempuan. Kerja ini dinormalisasi sebagai tanggung jawab domestik, tidak diakui sebagai kerja produktif, dan sering kali luput dari perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan sampah mereproduksi eksploitasi, invisibilitas gender, dan ketimpangan relasi kuasa terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan subjek penelitian berupa perempuan yang memiliki pengalaman langsung dalam praktik pengelolaan sampah sehari-hari. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, dengan penggalian data dilakukan hingga mencapai kecukupan informasi dan tidak ditemukan variasi pengalaman baru yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kerja perawatan perempuan menjadi fondasi utama keberlangsungan sistem pengelolaan sampah, namun dinormalisasi dan tidak diakui secara sosial maupun ekonomi; (2) terdapat ketimpangan relasi kuasa antara perempuan sebagai pelaksana kerja perawatan dan aktor institusional sebagai pengendali kebijakan; serta (3) perempuan mengalami dampak sosial dan psikologis berupa tekanan moral, kelelahan emosional, dan stigma sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya mengekstraksi sumber daya material, tetapi juga mengekstraksi waktu, tenaga, dan kesejahteraan sosial perempuan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis pengelolaan sampah sebagai industri ekstraktif melalui perspektif feminisme interseksional dengan pendekatan fenomenologi.