Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembelajaran Sejarah Abad 21 Berbasis Teknologi Digital dan Penguatan Karakter Peserta Didik Aziz, Syaffrizal; Sabariani, Ranti; Bilge, Dhaifah Khairunnisa; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z4662x61

Abstract

Perkembangan teknologi digital di masa kini mengharuskan perubahan dalam cara proses belajar, termasuk cara belajar sejarah. Artikel ini ingin membahas tentang kebutuhan belajar sejarah di abad ke-21, peran teknologi digital dalam membantu proses belajar, penggunaan model pembelajaran yang inovatif berbasis teknologi, pembentukan karakter siswa, serta cara melakukan penilaian secara digital dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode riset kepustakaan, yaitu dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah dan bahan bacaan akademik yang berkaitan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah di abad ke-21 perlu difokuskan pada pengembangan empat keterampilan utama yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif (4C), serta meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir historis. Menggunakan teknologi seperti sistem pembelajaran online, video, dan aplikasi penilaian digital bisa membuat siswa lebih tertarik dan aktif dalam proses belajar. Model pembelajaran inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan metode kelas terbalik yang didukung oleh teknologi digital sudah terbukti membantu mengembangkan keterampilan abad ke-21 serta meningkatkan kemampuan belajar mandiri. Selain itu, belajar sejarah memiliki peran penting dalam memperkuat kepribadian seseorang dengan menerapkan nilai-nilai seperti nasionalisme, toleransi, dan rasa tanggung jawab. Dengan menggabungkan teknologi dan bimbingan pembelajaran yang tepat, pembelajaran sejarah bisa lebih sesuai, bermakna, dan efektif dalam membentuk generasi yang cerdas dan memiliki karakter di tengah era digital.