Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MULTIFAKTORIAL KEMATIAN MASSAL IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) DI TULUNGAGUNG: PERAN DOMINANSI Oscillatoria sp. DAN POTENSI INFEKSI VIRAL Hananya, Ariel; Khanaria, Granita; Mulyanto, Joko; Muna, Nailil; Saputri, Eryani; Wirastuti, Maria Magdalena Diah Rosa; Fitriana, Rachmawati Nur; Nasiroh, Laeli; Sari, Putri Purnama; Azzahra, Luthfiana; Rahayu, Mufti; Amelia, Syakila; Halaludin, Beni; Supriyadi; Nugraha, Daniel Mastri; Riyadini, Sari Kusuma; Dewantoro, Novinda Fajar Sugeng; Irawan, Dody; Pramono, Adji; Efendy, Hendi Yanto; Haliman, Rubiyanto Widodo; Akiyama, Dean Mikio; Laiman, Hendri
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 8 No 1 (2026): AQUANIPA - Jurnal Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kematian massal ikan gurame (Osphronemus gouramy) di beberapa kolam budidaya di Tulungagung melalui pendekatan multifaktorial yang mencakup analisis kualitas air, komposisi plankton, pemeriksaan hematologi, histopatologi, dan deteksi molekuler patogen. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan kondisi lingkungan yang suboptimal, termasuk kadar oksigen terlarut rendah, konsentrasi nitrit tinggi, dan dominansi fitoplankton Oscillatoria sp. dengan kepadatan tinggi. Analisis plankton mengindikasikan potensi produksi microcystin yang bersifat hepatotoksik. Pemeriksaan histopatologi mengungkap kerusakan serius pada hati, ginjal, dan limpa, sedangkan profil hematologi menunjukkan anemia normositik normokrom dan leukositosis. Deteksi molekuler (PCR) memastikan keberadaan Infectious Spleen and Kidney Necrosis Virus (ISKNV) pada beberapa sampel, sementara patogen bakteri utama tidak terdeteksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa mortalitas massal disebabkan oleh interaksi sinergis antara stres lingkungan akibat dominansi plankton toksik dan infeksi ISKNV, yang sesuai dengan konsep multiple stressor syndrome. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan kualitas air, pengendalian plankton toksik, dan pemantauan kesehatan ikan secara berkala untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.