Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja wirausaha/pelaku UMKM perempuan dan laki-laki dalam industri kreatif. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini akan menganalisis perbedaan kinerja yang signifikan antara kedua kelompok. Subjek penelitian adalah para wirausaha/pelaku UMKM yang bergerak di sektor industri kreatif yang ada di 10 Kecamatan di Kota Samarinda. Penentuan jumlah sampel secara proporsional, sehingga terdapat minimal 100 hingga maksimal 150 orang responden. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer yang dikumpulkan secara langsung dari para wirausaha/pelaku UMKM di Kota Samarinda. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner. Untuk variabel dependen (kelompok yang ingin diprediksi) bersifat kategorik (skala nominal atau ordinal) dan variabel independen (variabel prediktor) bersifat numerik (skala interval atau rasio). Untuk pertanyaan terbuka memberikan ruang bagi responden untuk memberikan jawaban yang lebih bebas dan rinci. Penelitian ini menggunakan Analisis Komparatif Deskriptif dan Analisis Komparatif Inferensial, menggunakan uji statistik Uji-t Independen (Independent Samples t-Test) dan Uji Mann-Whitney U. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah variabel dependen yaitu kinerja wirausaha UMKM sebagai variabel dependen kategorikal dengan pengelompokan Group 1 adalah wirausaha laki-laki dan Group 2 adalah wirausaha perempuan. Untuk variabel independen Usia (X1), Pendidikan (X2), Frekuensi Pelatihan (X3), Skala Usaha (X4), Lama Usaha (X5), Jumlah Tenaga Kerja (X6), Omset Usaha (X7). Penelitian ini melibatkan 150 responden pelaku UMKM industri kreatif di Kota Samarinda, terdiri dari 68 wirausaha laki-laki (45,3%) dan 82 wirausaha perempuan (54,7%). Industri kreatif yang mendominasi adalah kuliner (35%), fashion (30%), kerajinan tangan (20%), dan jasa digital (15%). Berdasarkan hasil uji statistik Uji-t Independen dan Uji Mann-Whitney U; Usia (X1); secara rata-rata dan standar deviasinya, wirausaha laki-laki memiliki usia sedikit lebih tua (34,5 ± 7,2 tahun) dibandingkan wirausaha perempuan (32,1 ± 6,8 tahun). Pendidikan (X2); tingkat pendidikan formal wirausaha laki-laki secara rata-rata sedikit lebih tinggi (3,8 ± 0,9 D3/S1) dibandingkan wirausaha perempuan (3,5 ± 0,8 SMA/D3). Frekuensi Pelatihan (X3); wirausaha perempuan rata-rata mengikuti lebih banyak pelatihan (5,3 ± 2,1 kali) dibandingkan wirausaha laki-laki (4,1 ± 1,8 kali). Skala Usaha (X4); wirausaha laki-laki memiliki skala usaha yang sedikit lebih besar (2,9 ± 0,7 rata-rata mendekati usaha menengah) dibandingkan wirausaha perempuan (2,5 ± 0,6 rata-rata mendekati usaha kecil). Lama Usaha (X5); wirausaha laki-laki memiliki rata-rata lama usaha (6,2 ± 3,1 tahun), sedangkan wirausaha perempuan (5,8 ± 2,9 tahun). Jumlah Tenaga Kerja (X6); wirausaha laki-laki mempekerjakan rata-rata (7,8 ± 4,3 orang), sedangkan wirausaha perempuan mempekerjakan rata-rata (5,1 ± 3,2 orang). Omset Usaha (X7); omset usaha bulanan wirausaha laki-laki secara rata-rata lebih tinggi (35,2 ± 18,5 juta Rupiah) dibandingkan wirausaha perempuan (28,7 ± 15,9 juta Rupiah).