Background: Vaginal discharge (flour albus) is a common reproductive health problem among adolescents, and if pathological, can lead to serious complications. Lifestyle factors such as a high-sugar diet and poor personal hygiene practices are strongly suspected to be the main triggers for imbalances in normal vaginal flora. Purpose: To analyze the relationship between a high-sugar diet and personal hygiene habits and the incidence of vaginal discharge in adolescent girls. Method: This quantitative study used a correlational analytic design with a cross-sectional approach. A sample of 98 adolescent girls was selected using a total sampling technique in Banun Rejo Village, Deli Serdang. The research instruments included a questionnaire on knowledge, hygiene practices, and a Food Frequency Questionnaire (FFQ) for sugar intake. Data were analyzed univariately and bivariately. Results: The majority of respondents had insufficient knowledge (59.20%) and poor personal hygiene (62.25%). A total of 35.71% of adolescents had a high-sugar diet. The analysis showed a significant correlation between a high-sugar diet (80% of pathological cases) and poor personal hygiene (85% of pathological cases) and the incidence of vaginal discharge. Conclusion: There is a significant relationship between a high sugar diet and personal hygiene habits and the incidence of vaginal discharge. Keywords: Adolescent; Diet; Sugar; Personal Hygiene; Vaginal Discharge. Pendahuluan: Keputihan (flour albus) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja yang jika bersifat patologis dapat memicu komplikasi serius. Faktor gaya hidup seperti pola makan tinggi gula dan praktik personal hygiene yang buruk diduga kuat sebagai pemicu utama ketidakseimbangan flora normal vagina. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pola makan tinggi gula dan kebiasaan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 98 remaja putri dipilih menggunakan teknik total sampling di Desa Banun Rejo, Deli Serdang. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan, praktik hygiene, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk asupan gula. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang (59.20%) dan personal hygiene tidak baik (62.25%). Sebanyak 35.71% remaja memiliki pola makan tinggi gula. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pola makan tinggi gula (80% kasus patologis) dan personal hygiene yang buruk (85% kasus patologis) dengan kejadian keputihan. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan tinggi gula dan kebiasaan personal hygiene dengan kejadian keputihan. Kata Kunci: Gula; Keputihan; Personal Hygiene; Pola Makan; Remaja.