Kabupaten Mojokerto memiliki tantangan dalam pelaksanaan dan pemantauan ketercapaian SDGs Desa, khususnya dalam hal kualitas data dan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa. Berdasarkan pengalaman serupa di Kabupaten Sidoarjo, diketahui bahwa peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan, penyusunan SOP, dan penggunaan sistem informasi digital sangat efektif dalam memperbaiki tata kelola data pembangunan berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya literasi data SDGs di desa, ketiadaan panduan operasional, dan belum adanya sistem yang memungkinkan monitoring ketercapaian indikator secara mandiri di tingkat desa. Solusi yang diusulkan meliputi empat pendekatan utama. Pertama, pelatihan kepada perangkat desa terkait konsep dan indikator SDGs Desa serta teknik pendataan. Kedua, penyusunan dokumen SOP yang memberikan panduan teknis pengelolaan data. Ketiga, pengembangan dashboard digital berbasis web sebagai alat bantu untuk input, visualisasi, dan pelaporan data SDGs Desa. Keempat, pendampingan teknis daring selama dua bulan untuk memastikan penerapan SOP dan pemanfaatan dashboard berjalan efektif. Target luaran kegiatan ini mencakup produk-produk berbasis IPTEK seperti dashboard SDGs Desa, SOP pengelolaan data SDGs, serta dokumen ilmiah dan publikasi berupa jurnal nasional, book chapter, artikel media populer, video dokumentasi, dan policy brief. Semua luaran disesuaikan dengan karakteristik pusat kajian yang berfokus pada penguatan sistem informasi dan literasi data masyarakat desa. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama enam bulan (Mei–Oktober 2025) dan melibatkan sepuluh desa dampingan di bawah koordinasi Bappeda Kabupaten Mojokerto. Pelaksanaan dimulai dari survei awal dan pemetaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pelatihan intensif, pengembangan sistem digital, pendampingan implementasi, hingga evaluasi dan publikasi hasil. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta sistem pengelolaan data SDGs yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di desa-desa lainnya di Jawa Timur maupun secara nasional.