Mulyaningsih, Kismawati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PENGELOLAAN STOK OBAT KADALUWARSA DI INSTALASI FARMASI RSUD X Syaharani, Ninda; Saputra, Yoga Dwi; Hasina, Raisya; Mulyaningsih, Kismawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54892

Abstract

Pengelolaan stok obat yang efektif dan efisien merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian di rumah sakit untuk menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan efektif. Obat kadaluwarsa dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan menurunkan kualitas pelayanan. Pada tahun 2023, RSUD X mencatat sebanyak 111 item obat kadaluwarsa (0,46%) dari total 23.637 item, melebihi standar Kementerian Kesehatan RI (0%) namun masih berada di bawah ambang batas WHO (<1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan stok obat kadaluwarsa di Instalasi Farmasi RSUD X tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari catatan mutasi stok obat, laporan pemusnahan obat, serta wawancara dengan Kepala Instalasi Farmasi, petugas administrasi, dan petugas gudang. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase obat kadaluwarsa dan membandingkan praktik pengelolaan dengan standar Kementerian Kesehatan RI dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 111 item obat kadaluwarsa (0,46%). Prosedur pemusnahan dan sebagian aspek penyimpanan telah sesuai dengan standar. Namun, masih terdapat kelemahan pada pelabelan obat yang mendekati kedaluwarsa, penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO) dalam distribusi, pelaporan berkala, serta monitoring dan evaluasi rutin. Tidak ditemukan obat kadaluwarsa dari golongan narkotika dan psikotropika. Kesimpulannya, pengelolaan obat kadaluwarsa di RSUD X belum optimal dan memerlukan perbaikan melalui pelabelan khusus, distribusi berbasis FEFO secara konsisten, peningkatan koordinasi antarunit, serta monitoring rutin untuk menekan risiko kadaluwarsa.