Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TEKANAN FLUIDA DAN JENIS AIR BAKU PADA UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM MENGGUNAKAN MEMBRANE REVERSE OSMOSIS SILVERTEC ULP-2012-100 Meysin; Yuniar; Dwi Oktaviani, Erika; Tahdid
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i01.25113

Abstract

Air minum yang aman dan berkualitas merupakan kebutuhan penting untuk kelangsungan hidup. Air Minum Isi Ulang (AMIU) sering dipilih masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibanding Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahiu kinerja Membran Reverse Osmosis (RO) tipe Silvertec ULP-2021-100 dalam mengolah dua jenis air baku, yaitu air PDAM dan air Sukomoro, menjadi air minum sesuai standar kualitas menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023. Proses pengolahan diawali dengan pra-filtrasi menggunakan filter sediment dan karbon aktif, dilanjutkan dengan filtrasi utama menggunakan membran RO berukuran pori 0,0001 mikron, serta sterilisasi akhir dengan sinar ultraviolet. Variasi tekanan fluida antara 3–7 bar diuji untuk menentukan tekanan optimal yang menghasilkan kualitas air terbaik berdasarkan parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan laju alir. Penelitian ini mendapati bahwa tekanan optimal berada pada 5 bar, di mana air PDAM memiliki pH 7,4, TDS 18 mg/L, dengan laju alir mencapai 10,3171 L/jam, sedangkan air Sukomoro memiliki pH serupa 7,4, TDS 18 mg/L, dengan laju alir sebesar 9,5952 L/jam. Uji parameter kimia pada tekanan ini mengindikasikan bahwa kadar besi (Fe²⁺), klorida (Cl⁻), dan sulfat (SO₄²⁻) tetap di bawah batas standar. Sementara itu, pengujian mikrobiologi menghasilkan hasil negatif untuk total coliform dan E. coli setelah penanganan dengan sinar UV. Secara keseluruhan, sistem RO ini telah terbukti efektif serta efisien dalam menghasilkan air minum berkualitas, dengan tekanan 5 bar sebagai kondisi operasi optimal untuk kedua jenis air sumber yang digunakan