Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Budidaya Bunga Telang Melalui Teknologi Rumah Paranet untuk Pengendalian Hama dan Peningkatan Produktivitas Kuswarsantyo; Wakid, Muhkamad; Asri Widowati; Heni Winahyuningsih; Aisyah Rohmatunnisa; Sabrina Aisyah; Zafaron Wasillah Khajati; Maulina Jazhilatul Khikmiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v10i1.94535

Abstract

Pengembangan Sendangsari sebagai Desa Mandiri Budaya memerlukan pasokan komoditas lokal yang berkelanjutan untuk menopang ekonomi kreatif dan UMKM desa. Salah satu komoditas yang dikembangkan adalah bunga telang (Clitoria ternatea L.), tetapi budidaya lahan terbuka menghadapi hambatan utama berupa serangan hama defoliator (belalang dan ulat pemakan daun) serta fluktuasi lingkungan tumbuh yang menyebabkan pembungaan tidak stabil. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menerapkan teknologi budidaya terlindung sebagai strategi mitigasi risiko hama dan mikroklimat, sekaligus memperkuat kapasitas kelompok mitra dalam pengelolaan sistem produksi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok Global Gotong Royong Tetrapreneur (G2RT) melalui siklus perencanaan–aksi–refleksi: diagnosis masalah budidaya, pembangunan rumah paranet (screen house paranet #65%) untuk uji coba pada 200 tanaman, penguatan SOP budidaya (sanitasi kebun, pemangkasan, pemupukan, dan standar panen), serta monitoring berbasis logbook panen dan catatan tekanan hama. Hasil menunjukkan bahwa pada kebun terpusat, produksi lahan terbuka mencapai rata-rata ±2000 g/hari (Feb–Mar 2025), tetapi rentan terhadap serangan hama; pada periode Okt–Des 2025, produksi agregat kebun mencapai ±2500 g/hari, dengan kontribusi ±1925 g/hari dari 800 tanaman terbuka dan ±575 g/hari dari 200 tanaman dalam unit terlindung. Produktivitas indikatif per tanaman pada unit terlindung lebih tinggi (±2,88 g/tanaman/hari) dibandingkan unit terbuka (±2,41 g/tanaman/hari) pada periode yang sama. Mitra juga melaporkan adanya perbaikan dalam konsistensi mutu visual bunga. Temuan ini menunjukkan bahwa paket mitigasi berbasis budidaya terlindung yang dipadukan dengan pendampingan PAR dan SOP dapat membantu menstabilkan produksi dan memperkuat keberlanjutan pasokan bahan baku bagi UMKM desa.
Sustainable community forest management in West Kalimantan: A case study of the Dayak Katab Kebahan community Tien Aminatun; Kuswarsantyo; Suhartini; Rangpan, Vichit; Prasojo, Zaenuddin Hudi; Andreyani, Anggun
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.158-174

Abstract

West Kalimantan has great potential of forests and indigenous people. Therefore, it is crucial to study on forest management by indigenous people. The study is aimed at analyzing the forest management carried out by the Dayak Katab Kebahan community; and the condition of the forest ecosystem. The research area is in Melawi Regency, West Kalimantan. Observations and in-depth interviews were conducted to explore the customs in managing forests. A vegetation survey using purposive sampling was performed. The fauna study was conducted by the exploration method. Vegetation data analysis was carried out by calculating the importance value and diversity indices. One-way ANOVA analysis was done to determine the presence of forest ecosystem differences between two forests. The findings showed forest managed by the Dayak Katab Kebahan community has a core zone which is a zone that should not be disturbed, and a cultivation zone which can be utilized and can be intercropped with plantation crops; and the forest ecosystem managed by the Dayak Katab Kebahan community has a higher fauna richness, vegetation diversity index and the importance value index of each species. It is suggested that the government be involved in supporting the customary law of local communities in forest conservation.