Diyan Triyanto
Universitas Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Guru terhadap Buku Teks dalam Pembelajaran PKn di SDN 2 Sukarame Bandar Lampung Muhammad Kaulan Karima; Mohammad Mona Adha; Diyan Triyanto; A. Siti Nurkholifah; Nur Vika Zahara; Halimatussadiah Maulidya Ulfa; Lutfia Nurlita; Mita Ambar Wati; Tri Anggraeni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9209

Abstract

ABSTRACT This study explores teachers’ perceptions of Civic Education (PKn) textbooks used in the implementation of the Merdeka Curriculum at SD Negeri 2 Sukarame, Bandar Lampung. The research aims to describe the quality of content, language, illustrations, and practical use of PKn textbooks in classroom learning. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving PKn teachers of grades V and VI. The findings indicate that teachers generally perceive the PKn textbooks as relevant to the curriculum and supportive of the Pancasila Student Profile values. However, some materials are considered too abstract for elementary students, and the formal language limits students’ understanding. Teachers adapt by using supplementary media such as videos, group discussions, and role-playing to make lessons more engaging. The study concludes that effective PKn textbooks should combine clear, age-appropriate language, engaging illustrations, and contextual examples that connect to students’ daily experiences to strengthen character education. Keywords: Civic Education, teachers’ perception, Merdeka Curriculum ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi guru terhadap buku teks Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang digunakan dalam penerapan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 2 Sukarame, Bandar Lampung. Penelitian ini berfokus pada aspek kualitas isi, bahasa, ilustrasi, dan pemanfaatan buku teks PKn dalam pembelajaran di kelas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PKn kelas V dan VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menilai buku teks PKn sudah sesuai dengan kurikulum dan berperan dalam mendukung nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Namun, beberapa materi dinilai masih terlalu abstrak dan penggunaan bahasa yang terlalu formal membuat siswa kesulitan memahami isi buku. Guru mengatasi hal ini dengan mengombinasikan pembelajaran menggunakan media lain seperti video, diskusi, dan permainan peran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku teks PKn yang efektif hendaknya menggunakan bahasa sederhana yang sesuai usia siswa, disertai ilustrasi menarik dan contoh kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari guna memperkuat pendidikan karakter. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, persepsi guru, Kurikulum Merdeka
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 2 RAJABASA Pramudiyanti Pramudiyanti; Muhammad Kaulan Karima; Diyan Triyanto; Zelina Affriani; I Made Sudite Jaya; Mutiara Lesmanawati Pergiwa; Alfian Deni Iskandar; Maulinda Putri Prasojo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4839

Abstract

Penerapan pembelajaran pada era Kurikulum Merdeka menuntut adanya model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik serta mengembangkan keterampilan abad ke-21. Salah satu model yang relevan digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning dalam pembelajaran IPAS di SDN 2 Rajabasa, meliputi proses penerapan, keterlibatan peserta didik, serta dampaknya terhadap kegiatan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Project Based Learning mampu meningkatkan keaktifan, kreativitas, kerja sama, komunikasi, dan motivasi belajar peserta didik. Pembelajaran menjadi lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik melalui kegiatan proyek yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Respons peserta didik terhadap penerapan PjBL juga menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya antusiasme dan partisipasi selama proses pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti pengelolaan waktu dan kebutuhan pendampingan yang lebih intensif, model PjBL tetap memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran IPAS. Dengan demikian, model Project Based Learning dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MIS MIFTAHUL JANNAH BANDAR LAMPUNG Diyan Triyanto; Tiara Farashinta; Feristina Yuliani; Muhammad Kaulan Karima
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/10c3sj43

Abstract

Abstract: This study aims to examinei the implementation of school environmental culture management on the character building of students at MIS Miftahul Jannah Bandar Lampung. The research employed a qualitative approach with a descriptive type of study. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students as research informants. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of school environmental culture management was carried out through the stages of planning, implementation, and evaluation. The environmental culture programs implemented included classroom cleaning schedules, Friday clean-up activities, community service activities, and habituation of maintaining school cleanliness. The implementation of these programs had a positive impact on students’ character building, particularly in the aspects of discipline, responsibility, environmental awareness, and cooperation. The role of teachers as role models became an important factor in supporting the success of character formation through the school environmental culture. However, the study also found several obstacles, such as the inconsistency of some students and the evaluation system that had not been optimally structured. Therefore, strengthening the evaluation system and involving all school members are necessary to ensure that the implementation of environmental culture can run more effectively and sustainably. In conclusion, school environmental culture management has proven to be a relevant strategy in supporting students’ character building in the modern era. KEYWORDS School Environmental Culture Management, Character Building, Environmental Awareness, Character Education, Elementary School Students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan manajemen budaya lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter peserta didik di MIS Miftahul Jannah Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan peserta didik sebagai informan penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen budaya lingkungan sekolah dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program budaya lingkungan yang diterapkan meliputi kegiatan piket kelas, Jumat bersih, kerja bakti, dan pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Implementasi program ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, terutama pada aspek disiplin, tanggung jawab, kepedulian lingkungan, dan kerja sama. Peran guru sebagai teladan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembentukan karakter melalui budaya lingkungan sekolah. Namun disisi lain, penelitian juga menemukan beberapa kendala, seperti kurangnya konsistensi sebagian peserta didik serta sistem evaluasi yang belum terstruktur secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan evaluasi dan keterlibatan seluruh warga sekolah agar penerapan budaya lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen budaya lingkungan sekolah terbukti menjadi strategi yang relevan dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik di era modern. KEYWORDS Manajemen Budaya Lingkungan Sekolah, Pembentukan Karakter, Kepedulian Lingkungan, Pendidikan Karakter, Peserta Didik Sekolah Dasar