Maulinda Putri Prasojo
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 2 RAJABASA Pramudiyanti Pramudiyanti; Muhammad Kaulan Karima; Diyan Triyanto; Zelina Affriani; I Made Sudite Jaya; Mutiara Lesmanawati Pergiwa; Alfian Deni Iskandar; Maulinda Putri Prasojo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4839

Abstract

Penerapan pembelajaran pada era Kurikulum Merdeka menuntut adanya model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik serta mengembangkan keterampilan abad ke-21. Salah satu model yang relevan digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning dalam pembelajaran IPAS di SDN 2 Rajabasa, meliputi proses penerapan, keterlibatan peserta didik, serta dampaknya terhadap kegiatan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Project Based Learning mampu meningkatkan keaktifan, kreativitas, kerja sama, komunikasi, dan motivasi belajar peserta didik. Pembelajaran menjadi lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik melalui kegiatan proyek yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Respons peserta didik terhadap penerapan PjBL juga menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya antusiasme dan partisipasi selama proses pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti pengelolaan waktu dan kebutuhan pendampingan yang lebih intensif, model PjBL tetap memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran IPAS. Dengan demikian, model Project Based Learning dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Persepsi Guru Tentang Pembelajaran Mendalam Serta Tantangannya Dalam Pembelajaran PKN Di Sekolah Dasar Muhammad Kaulan Karima; Muhammad Mona Adha; Lisa Kurniawati; Daniel Dwi Saputra; Nurdina Saleem; Julian Sari; Maulinda Putri Prasojo; Ajeng Sebti Meillita Lestari; Guspita Lando
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru mengenai pembelajaran mendalam serta tantangan utamanya dalam pembelajaran PKn di sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari dua guru kelas tinggi di SD Negeri Sidosari yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif mengenai pembelajaran mendalam dan memandang pendekatan ini mampu mendorong pemahaman nilai-nilai kewarganegaraan secara bermakna. Guru telah menerapkan berbagai strategi seperti diskusi, pengamatan, dan presentasi untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, rendahnya motivasi belajar, serta kurangnya sarana pendukung. Guru membutuhkan dukungan pelatihan, sumber belajar yang memadai, serta fasilitas sekolah untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran mendalam. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan dan peningkatan kapasitas guru dalam pembelajaran PKn pada sekolah dasar.