Zhalfariani Narsan
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konseptualisasi Pengembangan Model Pembelajaran CELL (Constructive, Experiential, Lifelong Learning) dalam Konteks Era Digital Nur Nazhifah Adyputri; Zhalfariani Narsan; Muhiddin Palennari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9302

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap paradigma pendidikan, menuntut model pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual pengembangan model pembelajaran CELL (Constructive, Experiential, Lifelong Learning) dalam konteks pendidikan era digital, khususnya pada pembelajaran Biologi. Kajian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan dengan menelaah literatur ilmiah mengenai teori konstruktivisme, pembelajaran berbasis pengalaman, dan pembelajaran sepanjang hayat. Hasil analisis menunjukkan bahwa model CELL relevan diterapkan dalam pendidikan modern karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik, pengalaman belajar autentik, dan kesadaran belajar berkelanjutan. Penerapan CELL juga memperkuat kemampuan berpikir kritis, kolaborasi digital, dan literasi sains, yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global. Dengan demikian, model CELL berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang adaptif, humanistik, dan berorientasi masa depan.
MODEL INSPIRE (INQUIRY–STEM INTEGRATED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN LITERASI SAINS Zhalfariani Narsan; Nazhifah Adyputri; Muhiddin Palennari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9306

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menelaah dan menguraikan konsep Model INSPIRE yang mengintegrasikan Inquiry dan STEM dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan literasi sains siswa. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (literature review) yang terdiri dari 4 tahapan utama yaitu penelitian dimulai dengan menentukan topik yang akan dikaji, dilanjutkan dengan pencarian artikel pada database. Selanjutnya, artikel-artikel yangsesuai dengan topik dan tujuan penelitian diseleksi kemudian dianalisis dan disintesis. Temuan pada hasil kajian literatur kemudian diorganisasikan sehingga menghasilkan deskripsi hasil penelitian yang runut. Hasil penelitian menunjukkan model STEM- Inquiry melalui langkah-langkah/sintaks pembelajaran, yaitu: initiation, selection, exploration, formulation, collection, presentation, dan assessment. Selanjutnya, sintaks pembelajaran tersebut diintegrasikan dengan unsur STEM yakni science, technology, engineering, dan mathematic. Pencapaian pembelajaran tersebut dapat dikatakan mampu meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik dan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah. Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi diajak untuk mengamati, merumuskan pertanyaan, merancang percobaan, menganalisis data, dan menarik kesimpulan
Upaya Mewujudkan Lingkungan Pembelajaran yang Efektif melalui Pendekatan Fisik, Sosial, dan Psikologis: Kajian Literatur Zhalfariani Narsan; Nanda Adrian M.; Muarifah Muarifah; Mushawwir Taiyeb
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.85203

Abstract

Ketimpangan antara kondisi ideal dan realitas lingkungan belajar di Indonesia menunjukkan bahwa pembelajaran belum mengintegrasikan dimensi fisik, sosial, dan psikologis secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lingkungan belajar yang efektif, menganalisis peran pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta merumuskan strategi pembelajaran berbasis pendekatan multidimensional. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif analitis. Pengumpulan literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan menghasilkan 14 artikel jurnal relevan dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi temuan berdasarkan dimensi fisik, sosial, dan psikologis, serta sintesis hasil kajian untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan belajar dengan dimensi fisik yang ergonomis, interaksi sosial yang suportif, dan iklim psikologis yang aman berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil akademik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ketiga dimensi tersebut dalam desain lingkungan belajar dapat menjembatani kesenjangan antara konsep pedagogis dan praktik pembelajaran, serta menjadi acuan bagi guru dan pemangku kebijakan pendidikan dalam merancang pembelajaran yang lebih responsif dan berpusat pada peserta didik.