A. Rahma Febriana
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ISLAM DAN MUAMALAH A. Rahma Febriana; Hasriah Hasriah; Intan Junaeda; Nirmayani Tiala; Nurasmin Nurasmin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9656

Abstract

ABSTRACT This paper aims to provide a comprehensive understanding of the concept of Muamalah within the perspective of Islamic law. Etymologically, Muamalah means interaction, while terminologically it refers to all rules and activities in socio-economic life regulated by Islamic law to achieve mutual benefit. The study explains the broad scope of Muamalah, covering economic activities such as buying and selling (bai’), leasing (ijarah), and partnerships (syirkah), as well as social deeds like zakat and waqf. Fundamental principles include permissibility (ibahah), justice, mutual consent (taradhi), honesty, and transparency. The paper emphasizes the strict prohibition of practices like riba (usury), gharar (uncertainty), and maisir (gambling), as regulated by the Qur'an and Hadith. The application of Muamalah is intended to create economic justice, protect rights, and bring blessings in wealth Keywords: Muamalah 1, Islamic Law 2, Islamic Economics 3 ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep Muamalah dalam perspektif hukum Islam. Secara etimologis, Muamalah berarti saling berinteraksi, sedangkan secara terminologis mengacu pada segala aturan dan aktivitas kehidupan sosial-ekonomi yang diatur oleh hukum Islam demi mencapai kemaslahatan bersama. Kajian ini menjelaskan ruang lingkup Muamalah yang luas, meliputi aktivitas ekonomi seperti jual beli (bai’), sewa-menyewa (ijarah), dan kerja sama (syirkah), serta perbuatan sosial seperti zakat dan wakaf. Prinsip-prinsip dasarnya mencakup kebolehan (ibahah), keadilan, kerelaan (taradhi), kejujuran, dan transparansi. Artikel ini menekankan larangan ketat terhadap praktik seperti riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (judi), yang diatur secara tegas dalam Al-Qur'an dan Hadis. Penerapan Muamalah bertujuan menciptakan keadilan ekonomi, melindungi hak-hak, dan mendatangkan keberkahan dalam harta. Kata Kunci: Muamalah 1, Hukum Islam 2, Ekonomi Syariah 3
MOTIVASI DALAM PENDIDIKAN Nur Sri Putri Muis; Azwa Alif Alisa; A. Rahma Febriana; Idawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11511

Abstract

Learning motivation is a crucial factor influencing the success of the learning process. Students with high motivation tend to demonstrate persistence, active participation, and optimal learning outcomes. This paper aims to examine the concept of motivation in education, including the definition of learning motivation, motivational theories, types of intrinsic and extrinsic motivation, functions of motivation, and its role in the learning process. This study employs a literature review by analyzing theories from experts in psychology and education. The findings indicate that motivation functions as a driving force, a direction setter, and a reinforcement of students’ learning behavior. Teachers play a strategic role in fostering learning motivation by creating a supportive learning environment and applying appropriate instructional strategies.
ANALISIS IMPLEMENTASI, TANTANGAN, DAN STRATEGI PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD A. Rahma Febriana; Suardi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11762

Abstract

ABSTRACT Inclusive education is a strategic approach to ensuring equal access to quality education for all students, including children with special needs (CSN), within regular schools. This study aims to analyze the implementation, challenges, and strategies of inclusive education at SDS Muhammadiyah IDI Tello Baru. A qualitative descriptive method was employed, involving interviews, classroom observations, document analysis, and group discussions with students. The participants included the principal, classroom teachers, parents of children with special needs, and students. The findings indicate that the school demonstrates an initial commitment to non-discrimination and inclusive values; however, the implementation remains limited and largely informal. Major challenges include the absence of special education teachers, lack of inclusive learning tools, and minimal structured collaboration with parents. Teachers adapt learning materials and assessment flexibly, but without formal guidelines. This study concludes that inclusive education requires systemic reinforcement through teacher capacity building, curriculum adaptation, and sustainable collaboration between schools, families, and stakeholders. Keywords: Inclusive Education, Children With Special Needs, Teacher Role ABSTRAK Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis untuk menjamin akses pendidikan yang bermutu dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), di sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, tantangan, dan strategi pendidikan inklusif di SDS Muhammadiyah IDI Tello Baru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi pembelajaran, analisis dokumen, serta diskusi kelompok siswa. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, orang tua siswa ABK, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki komitmen awal terhadap prinsip nondiskriminasi dan penerimaan ABK, namun implementasi pendidikan inklusif masih bersifat terbatas dan belum terstruktur. Tantangan utama meliputi belum tersedianya guru pendamping khusus, keterbatasan fasilitas pendukung, serta kolaborasi sekolah dan orang tua yang belum optimal. Guru melakukan adaptasi pembelajaran secara fleksibel, namun belum didukung perangkat pembelajaran ramah inklusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem, peningkatan kompetensi guru, dan kolaborasi multipihak menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif di sekolah dasar. Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Anak Berkebutuhan Khusus, Peran Guru