Transformasi teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuju pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berfokus pada keterampilan abad ke-21. Dalam konteks pembelajaran sains, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menumbuhkan kreativitas dan inovasi siswa. Salah satu solusi yang efektif adalah mengintegrasikan model project-based learning dengan platform Padlet, yang dapat meningkatkan kolaborasi, kemampuan berpikir kritis, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana model project-based learning berbantu Padlet terhadap peningkatan kreativitas dan inovasi siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment), melibatkan 60 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal (Asymp. Sig = 0,200) dan memenuhi asumsi homogenitas (Sig > 0,05). Uji multivariat menghasilkan nilai Wilks’ Lambda sebesar 0,525 dengan signifikansi 0,000, mengindikasikan adanya perbedaan yang berarti antara kedua kelompok. Secara parsial, model project-based learning berbantu Padlet memiliki pengaruh signifikan terhadap kreativitas (F = 24,414; p = 0,000) dan inovasi (F = 44,429; p = 0,000), dengan nilai R² masing-masing 0,296 dan 0,434, yang menunjukkan kontribusi model terhadap kedua variabel tersebut. K Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan project-based learning berbantu Padlet tidak hanya efektif dalam menumbuhkan kreativitas, tetapi juga mendukung pengembangan berbagai keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkreasi.