Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Generasi Fisika yang Kreatif dan Peduli Budaya: Eksplorasi Permainan Tradisional Kapal Otok-Otok sebagai Media Pembelajaran Berbasis Etnofisika Ananda Dwi Pratiwi; Elfandari Anindito Kartika Putri; Setyo Admoko; Misbah Misbah
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 1 (2025): July 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n1.p1-8

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual, termasuk dalam mata pelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi permainan kapal otok-otok sebagai media pembelajaran fisika dan mengeksplorasi pengaruh integrasi budaya lokal terhadap pemahaman konsep serta sikap afektif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuisioner terhadap siswa SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran fisika yang dikaitkan dengan permainan tradisional. Mereka mampu mengidentifikasi konsep-konsep fisika seperti perpindahan kalor, tekanan uap, dan gaya dorong dalam prinsip kerja kapal otok-otok. Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran fisika tidak hanya mempermudah pemahaman konsep-konsep ilmiah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap warisan budaya mereka. Pendekatan ini mendukung pembelajaran fisika yang lebih relevan dan kontekstual, sehingga meningkatkan keterlibatan siswa secara kognitif dan afektif. Dapat disimpulkan bahwa permainan kapal otok-otok memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika yang mendukung pendekatan etnofisika, yang tidak hanya memperkaya pengalaman belajar tetapi juga memperkuat ikatan siswa dengan budaya lokal mereka.
Exploring Physics Concepts in Lamongan’s Silir-Silir Dance as Innovation in Physics Learning Through an Ethnophysics Approach Ananda Dwi Pratiwi; Heny Aryani; Salsa Ayu Fajriyah; Suliyanah Suliyanah; Khaled Issa Khalifa Alemgadmi; Utama Alan Deta
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 2 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v2n1.p1-12

Abstract

Traditional dance is a form of local wisdom that has great potential to be utilized in the development of contextual physics learning. Silir-Silir dance is a dance typical of Lamongan, East Java, inspired by the wind, the rhythm of nature, and the dynamics of body movement, presenting movement patterns that can be analyzed using the principles of physics. This study aims to identify the physics concepts contained in the Silir-Silir dance, explore how the dance can be used as a learning resource that connects scientific theory with cultural phenomena, and assess its contribution to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in quality and inclusive education. The research uses a descriptive approach, with data obtained through literature studies, observation of performances and rehearsals, and in-depth interviews with trainers and dancers. The results of the analysis show that the variations in hand movements, changes in tempo, body position shifts, and balance patterns in the dance can be related to the concepts of force, momentum, acceleration, and center of mass. The physical interpretation of these movements shows that Silir-Silir Dance is not only aesthetically valuable but also contains movement structures that can be used as a medium to explain scientific phenomena while reflecting local wisdom, such as harmony with nature, simplicity of life, and the daily traditions of the Lamongan community. Thus, this study shows that the integration of Silir-Silir Dance in culture-based physics learning can strengthen ethnoscience learning, facilitate the understanding of scientific concepts, and foster students' appreciation of local cultural heritage in a contextual and meaningful way.
Analisis Permasalahan MGMP Fisika di Sidoarjo: Upaya Meningkatkan Profesionalisme Melalui Penelitian Utama Alan Deta; Alfi Nurlailiyah; Suliyanah Suliyanah; Habibi Habibi; Heny Aryani; Ananda Dwi Pratiwi; Mozza Pinkan Edelweiss; Nadi Suprapto; Setyo Admoko
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v2n2.p42-47

Abstract

Kemampuan menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam profesionalisme guru. Namun, banyak guru, termasuk guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo, yang menghadapi kendala dalam memenuhi tuntutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh guru MGMP Fisika Kabupaten Sidoarjo dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji berbagai kendala yang dihadapi oleh guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo dalam menyusun artikel ilmiah. Data diperoleh melalui proses observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik guna menemukan pola-pola permasalahan yang teridentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat lima kendala utama yang dihadapi oleh guru, yaitu keterbatasan waktu yang disebabkan oleh beban kerja harian yang tinggi, rendahnya keterampilan menulis artikel ilmiah, ketidaktahuan tentang platform publikasi ilmiah, tingginya biaya publikasi, serta minimnya dukungan dari institusi. Selain itu, banyak guru yang kesulitan dalam menyusun artikel yang sesuai dengan kaidah ilmiah, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya publikasi ilmiah dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah masih menjadi tantangan signifikan bagi guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo. Meskipun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering dilakukan, guru menghadapi kesulitan dalam mengubah hasil penelitian menjadi karya ilmiah yang terpublikasi. Sebagai solusi disarankan perlunya langkah strategis, seperti pelatihan intensif dalam penulisan ilmiah, pendampingan dalam proses publikasi, serta kebijakan institusi yang mendukung pengembangan profesionalisme guru.
Potensi Pemanfaatan Bunga Mawar untuk Produksi Minyak Atsiri di Wilayah Sawahan Nganjuk Fitriana; Heny Aryani; Ananda Dwi Pratiwi; Mozza Pinkan Edelweiss; Utama Alan Deta; Nurita Apridiana Lestari
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n1.p1-7

Abstract

Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu wilayah penghasil bunga mawar (Rosa indica L.). Bunga tersebut tidak hanya memiliki sisi keindahan namun juga memiliki segudang manfaat. Bunga mawar menghasilkan minyak yang dapat dijadikan minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat di sektor kosmetik, farmasi, serta aromaterapi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengolahan bunga mawar di Desa Ngliman menjadi produk bernilai tambah serta memberikan pendampingan kepada masyarakat. Dengan metode penelitian berupa studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara, ditemukan bahwa kondisi tanah dan iklim mendukung untuk budidaya bunga mawar. Namun, para petani dihadapkan pada tantangan seperti minimnya pemahaman mengenai teknik budidaya yang efektif, keterbatasan akses terhadap teknologi penyulingan modern, serta strategi pemasaran hasil produksi yang belum optimal. Produksi minyak atsiri dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika didukung pelatihan, penyediaan alat modern, serta strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, pengembangan wisata edukasi berbasis budidaya bunga mawar berpotensi menarik wisatawan sekaligus mempromosikan produk local. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antara petani, pemerintah, dan pelaku industri untuk mengatasi berbagai tantangan, mengoptimalkan potensi ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, yang menjadi faktor utama dalam mewujudkan keberhasilan optimalisasi potensi ini.
Menjalin Manik-Manik Merajut Makna: Penguatan Kewirausahaan dan Karakter Peserta Didik melalui Proyek Kerajinan P5 Bernuansa Budaya dan Ramah Lingkungan Ananda Dwi Pratiwi; Elfandari Anindito Kartika Putri; Nur Qomariyah; Utama Alan Deta
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n1.p25-34

Abstract

Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang bertujuan membentuk karakter dan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterlibatan peserta didik dalam pelaksanaan P5 melalui proyek wirausaha kerajinan berbasis bahan daur ulang dan budaya Nusantara, serta mengevaluasi dampaknya terhadap penguatan jiwa kewirausahaan dan karakter Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik kelas XI SMA yang terbagi dalam 12 kelas, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi menggunakan rubrik penilaian berbasis dimensi Profil Pelajar Pancasila, survei dengan kuisioner skala Likert 1-5, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik terlibat aktif dalam seluruh tahapan proyek, mulai dari eksplorasi ide hingga refleksi akhir. Secara kuantitatif, capaian rata-rata Profil Pelajar Pancasila mencapai 77,5 %, dengan indikator tertinggi gotong royong, diikuti berpikir ktitis dan tanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan P5 berhasil menumbuhkan karakter dan keterampilan peserta didik secara menyeluruh. Kegiatan ini tidak hanya mendorong peserta didik untuk berinovasi dan bertanggung jawab dalam proses kewirausahaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yang relevan dengan tantangan abad ke-21 dan konteks budaya lokal. Meskipun masih terdapat kendala seperti kurangnya ide orisinal dan kepercayaan diri saat promosi. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam bentuk wirausaha kerajinan berbasis daur ulang dan budaya Nusantara terbukti mampu menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan karakter serta keterampilan abad ke-21 pada peserta didik.