Wahyu Cahyana Putra
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kewarganegaraan Digital Dalam Pembentukan Etika Penggunaan Artificial Intelligence: Systematic Literature Review Roul Alvaro Prasetyo; Budi Mulyono; Wahyu Cahyana Putra
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3074

Abstract

Masifnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) telah menimbulkan tantangan etis yang cukup signifikan dalam berbagai bidang, terutama pendidikan, sehingga memerlukan adanya sebuah kerangka kerja untuk membentuk etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyintesis peran konseptual kewarganegaraan digital (digital citizenship) dalam pembentukan etika penggunaan Artificial Intelligence (AI). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 10 artikel terpilih dari basis data Scopus yang terbit antara tahun 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewarganegaraan digital (digital citizenship) memiliki peranan yang fundamental sebagai sebuah kerangka kerja konseptual untuk membentuk etika penggunaan Artificial Intelligence (AI). Prinsip-prinsip kewarganegaraan digital (digital citizenship) seperti tanggung jawab, empati digital, dan kesadaran privasi sebagai jawaban langsung terhadap tantangan etis yang ditimbulkan oleh Artificial Intelligence (AI) seperti plagiarisme, disinformasi, dan bias algoritmik. Pendekatan untuk mengatasi tantangan dari penggunaan Artificial Intelligence (AI) tidak cukup jika hanya bersifat teknis atau regulatif, melainkan harus berakar pada pembentukan kompetensi kewarganegaraan digital (digital citizenship competence). Penelitian ini dapat memberikan landasan teoretis yang kuat bagi para pendidik dan pembuat kebijakan bahwa untuk membentuk etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang efektif maka harus diintegrasikan secara inheren ke dalam kurikulum bukan sebagai sebuah entitas yang terpisah.