Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tinjauan atas Perubahan Batas Waktu Pelaporan Pajak Daerah: Studi pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bojonegoro Hirrya Pradiptarani; Lisa Kartikasari; Sri Dewi Wahyundaru; Sutapa Sutapa
Jurnal Akuntansi Indonesia Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Faculty of Economic and Business, Accounting Dept

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jai.14.2.144-155

Abstract

AbstractThis study examines the implementation of changes to local tax reporting deadlines in Bojonegoro Regency, from 30 days to 15 days under the Law on Financial Relations between the Central Government and Regional Governments (UU HKPD) and the Government Regulation on General Provisions of Regional Tax and Retribution (PP KUPDRD), focusing on problems of deadline calculation and its impact on taxpayer compliance. The objectives are to analyze local government adaptation, assess policy impacts, and explore strategies of Bojonegoro’s revenue agency. Using qualitative case study methods and in-depth interviews with tax officials, data were analyzed through institutional theory. Key findings include: (1) regulatory adaptation via Regional Regulation No. 5/2023 and SIMPADU digital integration; and (2) dual impacts of improved digital efficiency versus increased administrative burdens for SMEs This study contributes in enriching local tax policy literature through institutional theory.Keywords: Regional Tax, Deadline, Institutional Theory, Bojonegoro. AbstrakPenelitian ini mengkaji implementasi perubahan batas waktu pelaporan pajak daerah di Kabupaten Bojonegoro dari 30 hari kalender menjadi 15 hari kerja pasca berlakunya UU HKPD dan PP KUPDRD, dengan fokus pada masalah perhitungan tenggat waktu dan dampaknya terhadap kepatuhan wajib pajak. Tujuan penelitian adalah menganalisis adaptasi pemerintah daerah, menilai dampak perubahan, serta mengeksplorasi strategi Bapenda Bojonegoro. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan wawancara mendalam dengan fiskus digunakan, dianalisis melalui lensa teori institusional. Temuan menunjukkan: (1) adaptasi regulatif melalui Perda No. 5/2023 dan integrasi sistem SIMPADU; dan (2) dampak dualistik berupa peningkatan efisiensi digital di satu sisi dan beban administratif UMKM di sisi lain. Penelitian ini berperan dalam pengayaan literatur kebijakan pajak daerah berbasis teori institusional.Kata Kunci: Pajak Daerah, Tenggat Waktu, Teori Kelembagaan, Bojonegoro. 
Model Development for Measuring and Analyzing Green Accounting Activities Using Factor Analysis Lisa Kartikasari; Dian Essa Nugrahini
Jurnal Akuntansi Indonesia Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Faculty of Economic and Business, Accounting Dept

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jai.14.1.27-36

Abstract

One of Corporate social responsibilities to the environment is by disclosing environmental information as a result of industrial activities or their business. It covers a clear figure of a company to combine cost and environmental benefits in economic decision making reflected in the implementation of green accounting. The purpose of this study is to establish indicators and constructs of green accounting activities by identifying environmental activities grouped into the green support, appraisal, internal failure activities, external failure activities and hidden activities. The population in this research is manufacturing companies in the Central Java province which is administered by purposive sampling technique. It is obtained a sample of 43 companies. Then, the data are analyzed by using factor analysis in order to establish and construct appropriate indicators for green accounting.The findings show that 21 selected indicators with five constructs of green accounting activities. Five constructs with the respective variables as follows: green support activities with six indicators, green appraisal activities with four indicators, green internal failure activities with five indicators, green external failure activities with three indicators and green hidden constructs activities with three indicators. ABSTRAKSalah satu tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap lingkungan hidup adalah dengan mengungkapkan informasi lingkungan hidup sebagai akibat dari kegiatan industri atau usaha. Hal ini mencakup gambaran jelas suatu perusahaan dalam menggabungkan biaya dan manfaat lingkungan dalam pengambilan keputusan ekonomi yang tercermin dalam penerapan green accounting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan indikator dan konstruksi aktivitas green accounting dengan mengidentifikasi aktivitas lingkungan yang dikelompokkan menjadi aktivitas green support, appraisal, internal failure activities, external failure activities dan hidden activities. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di provinsi Jawa Tengah yang diambil dengan teknik purposive sampling. Diperoleh sampel sebanyak 43 perusahaan. Kemudian, data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis faktor untuk menetapkan dan menyusun indikator-indikator yang sesuai untuk green accounting. Temuan menunjukkan bahwa 21 indikator terpilih dengan lima konstruk kegiatan green accounting. Lima konstruk dengan masing-masing variabel sebagai berikut: aktivitas green support dengan enam indikator, aktivitas green appraisal dengan empat indikator, internal failure activities dengan lima indikator, external failure dengan tiga indikator, dan hidden activities dengan tiga indikator.
DETERMINAN DAN PERAN KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP AKUNTABILITAS KEUANGAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DI PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH Intan Puji Rahayu; Lisa Kartikasari
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Kualitas Sistem Informasi Akuntansi (SIA) serta dampaknya terhadap Akuntabilitas Keuangan pada Organisasi Perangkat Daerah di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Adaptasi, Keterlibatan, Ketersediaan dan Fungsi Perangkat Komputer, Ketersediaan dan Fungsi Jaringan Komunikasi, serta Pengetahuan Akuntansi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas SIA. Selanjutnya, Kualitas SIA juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan Akuntabilitas Keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan aspek teknis, partisipatif, dan kompetensi sumber daya manusia berperan penting dalam mendorong terciptanya sistem informasi akuntansi yang berkualitas dan akuntabel di lingkungan pemerintahan daerah.