Suventy Safrina Ginting
Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Deteksi TB dengan GeneXpert bagi Petugas Laboratorium di RSUD Lubuk Pakam Suventy Safrina Ginting; Nada Amirah; Peny Ariani; Viktor Edyward Marbun
Pengabdian Deli Sumatera Vol 4 No 1 (2025): Artikel Pengabdian Juli 2025
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia (WHO, 2020). Diagnosis dini TB sangat penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian (Kemenkes RI, 2022). Pemeriksaan GeneXpert MTB/RIF memiliki sensitivitas lebih tinggi dibandingkan metode konvensional Ziehl Neelsen (ZN) (Datasa, 2024). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan bagi 15 petugas laboratorium di RSUD Lubuk Pakam (Kemenkes RI, 2022). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 63,5 (pre-test) menjadi 85,0 (post-test), dengan peningkatan sebesar 33,9% (Nurdiani et al., 2022). Data penelitian pendukung juga menunjukkan GeneXpert mampu mendeteksi kasus TB sebesar 26,7%, lebih tinggi dibandingkan ZN (20%) (Datasa, 2024). Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan berbasis bukti efektif meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium dalam mendukung program eliminasi TB (Rivani et al., 2019).
Edukasi Pentingnya Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk Diagnosis Akurat Tuberkulosis bagi Keluarga Pasien di Puskesmas Tanjung Morawa Suventy Safrina Ginting; Nada Amirah; Hariati Hariati; Friska Ernita Sitorus; Alprindo Sembiring Meliala; Nurul Aini Siagian
Pengabdian Deli Sumatera Vol 3 No 2 (2024): Artikel Pengabdian Juli 2024
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Diagnosis TB yang cepat dan akurat sangat penting dalam memutus rantai penularan, dan WHO merekomendasikan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai pemeriksaan awal karena sensitivitas dan spesifisitasnya tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga pasien TB tentang pentingnya TCM melalui edukasi interaktif yang dievaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 56 menjadi 86, dengan pergeseran peserta dari kategori “Kurang” (67%) ke kategori “Baik” (80%). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien TB mengenai pemeriksaan TCM, sehingga diharapkan dapat mendukung pemanfaatan TCM secara lebih optimal di layanan primer.