Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Empowering Coffee Farmers Through Training on Diversification of Processed Cinnamon Coffee Products at UMKM Rizki Amalia: Pemberdayaan Petani Kopi Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Kopi Kayu Manis di UMKM Rizki Amalia A. Hasdiansyah; Sriyanti Mustafa; Mughaffir Yunus; Ihwan Ridwan; Andi A. Mattunruang; Ilmar A. Achmad
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 7 No. 3 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The coffee business is booming along with the growth of coffee shops, both large and small scale. This fact makes the coffee market more competitive, so coffee producers need to innovate and diversify more varied coffee preparations. The purpose of this empowerment is to encourage partners to present products that are different from the products that have been produced so far. This activity develops liquid cinnamon processed coffee which is a diversification of Rizki Amalia's MSME ground coffee products. This cinnamon coffee making training is based on the problem of high competitiveness between ground coffee producers in Enrekang. Black ground coffee producers and sellers have been widely spread in Enrekang district so that better innovation is needed to increase the selling value of coffee products. The results of this training contributed new knowledge and skills for Rizki Amalia MSME players in processing black ground coffee products combined with ground cinnamon. This activity is expected to make Rizki Amalia MSME products have a higher selling value than before. In the future, assistance to Rizki Amalia MSMEs will continue to provide training on developing digital-based product marketing.
Etnopedagogi Maritim: Rekonstruksi Pola Pewarisan Keahlian Tradisional Panrita Lopi sebagai Praksis Pendidikan Informal Ilmar Andi Achmad; Yuli Artati; Muhammad Athar Asmas; Jumase Basra; A. Hasdiansyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.609

Abstract

Keahlian pembuatan perahu Pinisi oleh Panrita Lopi di Bulukumba telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia, namun keberlanjutannya kini terancam oleh krisis regenerasi dan diskontinuitas pewarisan budaya. Generasi muda pesisir cenderung meninggalkan tradisi ini demi sektor ekonomi modern, menyebabkan terputusnya transmisi pengetahuan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pola pewarisan pengetahuan dalam komunitas pembuat perahu sebagai sebuah praksis pendidikan informal yang sistematis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi pendidikan di Tanah Beru, penelitian ini menemukan bahwa proses pembelajaran berlangsung melalui mekanisme ethnopedagogy maritim yang unik. Pewarisan tidak terjadi melalui instruksi verbal formal, melainkan melalui tacit knowledge transfer (transfer pengetahuan diam) dengan metode magang kognitif (cognitive apprenticeship). Proses ini mencakup tahapan observasi pasif, imitasi terbimbing, hingga pencapaian kemandirian intuitif. Kurikulum tidak tertulis yang diterapkan secara ketat memadukan penguasaan teknik presisi (tekné) dan internalisasi nilai spiritual (psyche). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan informal berbasis kearifan lokal memegang peran vital dalam menjaga keberlanjutan budaya maritim, di mana bantilang (bengkel kerja) berfungsi efektif sebagai ruang belajar situasional (situated learning space). Temuan ini merekomendasikan perlunya rekognisi formal terhadap model pendidikan adat untuk menjembatani kesenjangan dengan pendidikan modern.