Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utilization of Plants in Fatusene Village Water Sources for the North Central Timor Region Water Conservation: Pemanfaatan Tumbuhan di Beberapa Sumber Mata Air Desa Fatusene Untuk Konservasi Mata Air Wilayah Timor Tengah Utara Remigius Binsasi; Willem Amu Blegur; Polikarpia Wilhelmina Bani; Yolanda G. Naisumu
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 3 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of plants plays an important role in the availability of water in springs. Plants maintain water balance, even water distribution patterns, and the preservation of water resources, both in quality and quantity. This activity is carried out to develop a strategy for preserving plants around springs. The activity is carried out using the method of socialization, planting species, installing labels on each species, installing notice boards at each spring as an appeal and testing water quality. The results of the activity show that water conservation can be carried out by identifying plants of the water consumed and water conservor types, plants are cultivated and preserved for water conservation, naming species that have conservation value and making positive and persuasive appeals. These appeals can increase public understanding and perception which has an impact on behavior and actions for vegetation and water conservation. Factors that influence the process of plant utilization include the influence of rainfall, soil conditions, the presence of water sources, proximity to residence, and water quality. The strategy for preserving plants around springs can be carried out by conserving plants around springs. Water quality testing needs to be carried out periodically to maintain water quality.
Pengenalan Produksi Bawang Merah Menggunakan True Shallot Seed (TSS) dan Benih Umbi melalui Demplot di Desa Saenam Kabupaten Timor Tengah Utara Anna Tefa; Syprianus Ceunfin; Polikarpia Wilhelmina Bani; Kristoforus Fallo; Mardit Nikodemus Nalle
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10887

Abstract

Penggunaan benih bermutu sebagai bahan tanam hanya dapat dicapai melalui penelitian, pengkajian dan evaluasi kemudian dilakukan transfer teknologi kepada Petani. Kegiatan pengabdian Masyarakat dalam bentuk penyuluhan/penyadaran, pelatihan dan pendampingan untuk mentransfer teknologi melalui pemberdayaan kelompok, berlangsung selama enam bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyadarkan atau melatih dan mendampingi petani dalam budidaya bawang merah untuk memperoleh hasil panen yang berkualitas dan mendorong petani agar mampu memproduksi benih lokal sendiri, sehingga benih lokal yang tersedia memiliki mutu yang tepat dan jumlah yang cukup. Transfer teknologi produksi bawang merah dilakukan pada petani di Desa Saenam Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tim pengabdi dan petani bersama-sama menerapkan teknologi produksi bawang merah. Inovasi teknologi produksi benih yang diterapkan yaitu budidaya bawang merah menggunakan true shallot seed (TSS) dan benih umbi yang diberi perlakuan Plant Growth Promotion Rhizobacteria (PGPR) kemudian dikolaborasikan dengan kearifan lokal petani bawang di Desa Saenam. Dari kegiatan ini, masyarakat mitra mampu meningkatkan pengetahun berkaitan dengan teknologi produksi benih umbi maupun benih biji (true shallot seed) serta menyadarkan mereka agar mengurangi penggunaan pupuk atau pestisida kimia dalam budidaya bawang merah lokal.